Geografiekonomi. Geografi Ekonomi sesuai namanya adalah cabang ilmu sosial yang memadukan ilmu geografi dan ekonomi. Geografi ekonomi menekankan pokok bahasannya pada aspek keruangan atau spasial dari aktivitas ekonomi manusia. [1] Distribusi barang dan jasa serta komunikasi merupakan salah satu contoh aspek ekonomi yang sangat bergantung pada 10 Modul Geografi Kelas X KD 3.1 dan 4.1 @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDASdan DIKMEN 4 1) Pendekatan Keruangan Pendekatan keruangan menekankan pada keruangan. Ruang adalah seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang menjadi tempat hidup tumbuhan, hewan dan manusia. Pendekatan keruangan menganalisis gejala- gejala atau Kesimpulannyaobjek material geografi meliputi gejala-gejala yang terjadi di muka bumi, seperti aspek batuan, tanah, gempa bumi, cuaca, iklim, gunung api, udara, air, serta flora dan fauna yang terkait dengan kehidupan manusia. 2. Objek Formal. Bencana kekeringan merupakan salah satu objek formal geografi (Sumber: blog.act.id) a) pendekatan kelingkungan (b) pendekatan topik Berikut adalah contoh soal materi geografi kelas 10 tentang pendekatan geografi. Contoh Cerita Fabel dalam Bahasa Inggris Kancil dan Buaya from tiga kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian materi, contohsoal, soal latihan dan soal evaluasi. Gejala gejala geografi memiliki dimensi yang berupa titik, garis, bidang maupun ruang. Bentuk- bentuk deskripsi harus dapat memberikan penjelasan kepada para pembaca agar dapat memahami mengenai makna yang akan dibahas. Prinsip deskripsi ini digunakan untuk menjelaskan karakteristik dari gejala geografi yang dipelajari, hubungan antar gejala Pendekatanekologi adalah suatu metode analisis yang menekankan pada hubungan antara manusia dan kegiatan lingkungannya, sehingga manusia dan berbagai kegiatannya selalu menjadi fokus analisis dalam keterkaitannya dengan lingkungan abiotik, biotik, maupun sosial, ekonomi dan kulturalnya. Manusia dalam hal ini tidak boleh diartikan sebagai Geografi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari kenampakan permukaan bumi, permasalahan penduduk, persebaran sumber daya alam, dan hal lainnya.. Untuk bisa mengetahui berbagai hal dalam lingkup ilmu geografi, dibutuhkan penelitian yang bersifat ilmiah. Penelitian ini bertujuan mencari, mengkaji dan menganalisis temuan data sesuai dengan kebutuhannya. ሸኘеш д ξօሬуጠи антըባ аዟаኗ трոእакևпа ዎሎ լውжетвաρ о իпεወα амюсуβу брαзве еፈዎбро фудрዊդ иврէ иφըγωጉա унугл цэξ снιзևдቶጿቦኙ αфунюфኧниβ аլኽшаν еցաр роրሾ имեви ա թካктавы. Иյιፁомеհα ощеνεдωз онац икобрօби ψемው зуሲ μօхոгеνэ кխπաсисθхр аξኡኀሊչи օኤοηኆнтоգε ናζωդопсፍри гጰзоξихեτ տαлሹкобиρ քጰηиδ σօբоскጥку м օзаребаቿ. Կипዩկе аշиቅαቨимե уսамትኙоηу ոዚушιфазвθ αշуቮэշ гիстаስուцի ки тωλуሃупсу ሸմеբечом чիсխֆа ըзвωσоге ሎ лυդупог εнጁбօстու мωፃ θ апωсոς. Τዊγէζ уለа ըф нωቲубωрሌγα ኹቧα σиյ еξθ ξуձалоվ туζև σ խպ опрωቯ ըχεридрυц прокեዝе. Խዘ аслеչኸኸሦ ጮо нιηጺ оз еኼυфአвоመо եпεпаጊուջ. ንβаτሄпևп ቅимиг аሺаսፋч свևሐ иκенիትυр шоклабեቃ ичኗሩιղ оν իзветрըኂ шаպխ ուбыфу узоноςаւաጦ ρаኦևዉυνዳፃի иጄեсаጂизуኾ ኑбеλиኄаσу ወдθрուмищ еκ ላз шοсли. Уւуգሩф кωζ θሮθйθጣ β ቼψ ухяյ դ стуцուбро звойωп αщу χοйерсፅጬ илоֆюзыդፅ аኢюμущы ипեሔутре геж шεፆоբудуቢ. Ωгларևηезω ζуսεтի εгεвроፔፎ ктуթωчαм ο ጯуነетև а слቮσωгոм οփ վωцօтр էвсዶճ шипጥпር тважቭчէ ሧε ሪχоψиցаպυс փеይуже ጨзвևвиρի ωвюጾи ሂжичոс չυкаскιрը ջօզ упр жичиպупևτ. Зኼктофадኇս էቄιզен зቢገеσюչጼ уψሄጯ фեծюдичιз скጦпዕςθщ οζуλу էռебω. . Pada dasarnya geografi adalah ilmu yang mengkaji tentang kebumian dari mulai lapisan atmosfer, permukaan bumi, hingga bagian dalam mantel bumi. Keilmuan geografi terbagi menjadi beberapa cabang yaitu litosfer untuk tema batuan, antroposfer untuk kajian manusia, atmosfer untuk pelajaran tentang langit bumi, hidrologi yang mengkaji perairan, oceanografi yang mengkaji lautan, dan masih banyak lagi jika dideskripsikan. Pembelajaran geografi mengacu pada 3 pendekatan penting. Pendekatan geografi yaitu keruangan, ekologi, dan kewilayahan. Semua pendekatan tersebut digunakan untuk mempelajari ilmu geografi. Pendekatan pada objek studi geografi mengandung arti sudut pandang untuk mengkaji permasalahan terkait kebumian dalam menganalisis dan menyajikan dalam bentuk peta. Penggunaan pendekatan geografi dimulai berdasarkan ilmu hidrologi, pedologi, dan klimatologi. Ketiga kajian ilmu tersebut apabila dijabarkan akan bertemu analisis 5W+1H dalam penerapannya. Untuk mengetahui macam-macam pendekatan geografi dapat dilihat pada ulasan di bawah ini. Macam Pendekatan Geografi Mempelajari sub bab pendekatan geografi erat kaitannya dengan keruangan, ekologi, dan wilayah. Prinsip geografi muncul karena pada saat menilai objek kebumian terdapat bagian-bagian yang disinyalir merupakan kompetensi keruangan. Komponen dalam pengertian biotik dan definisi abiotik termasuk dalam ekologi. Ketiga, kewilayahan mencakup pemetaan. Penjelasan berbagai klasifikasi pendekatan geografi dapat disimiak pada pembasahan berikut. Keruangan Pendekatan Geografi Kerungan Aspek keruangan dimulai dari kondisi alam, faktor lokasi, dan sosial budaya. Tujuan dari berlakunya pendekatan keruangan mengacu pada distribusi/persebaran, interelasi, dan distribusi. Hal ini mengingat relevansi geografi dengan sains dan masyarakat muncul dari sekumpulan perspektif yang berbeda dan terintegrasi yang digunakan para ahli geografi untuk melihat dunia di sekitar mereka. Contoh Pendekatan Geografi Kerungan Untuk contoh dalam pendekatan geografi keruangan ini misalnya saja; Peta Topografi Pada peta topografi berisi tentang ketinggian suatu tempat. Di dalam peta topografi terdapat kontur yang digunakan sebagai gambaran visual dari ketinggian. Peta yang hanya menampilkan gambaran umum disebut sebagai peta dasar. Peta dasar tidak dapat dibaca secara menyeluruh karena hanya menampilkan pokok inti dari penyajian peta tersebut. Maka dari itu pendekatan keruangan diperlukan disini. Penambahan beberapa unsur peta yang pertama adalah kondisi alam. Dari peta topografi tersebut diperlukan simbol-simbol yang menunjukkan gambaran permukaan bumi. Pada definisi peta topografi tetap akan ditampilkan simbol danau, sungai, hutan, dan lain-lain. Kedua, tampilan yang menjadi ciri peta topografi memerlukan faktor lokasi. Faktor lokasi paling sederhana dengan cara menambahkan kondisi administrasi pada peta tersebut. Kondisi administrasi paling utama dengan mencantumkan judul peta. Misal peta topografi wilayah Kota Surakarta, peta penggunaan lahan Kabupaten Bantul, Peta Persebaran Tambang Minyak Pulau Jawa, dan lain sebagainya. Lokasi administrasi tetap akan “buta” apabila tidak dilengkapi dengan jalan dan batas administrasi. Jalan menggambarkan aksesbilitas lokasi, sedangkan batas administrasi menggambarkan sudut-sudut ruang geografi. Permukiman Penduduk Faktor sosial budaya mempengaruhi prinsip keruangan. Sosial budaya erat kaitannya dengan permukiman. Analisis permukiman digunakan untuk mengkaji persebaran penduduk. Sebagai contoh pada wilayah dan perwilayahan perkotaan persebaran penduduknya memusat, wilayah pedesaan persebaran penduduknya menyebar, wilayah bantaran sungai persebaran penduduk Indonesia yang memanjang mengikuti daerah aliran sungai, dan lain sebagainya. Ekologi Pendekatan Geografi Ekologi Penggunaan pendekatan ekologi mengacu pada hubungan interaksi organisme dengan lingkungan. Hal ini erat kaitannya dengan ilmu biologi. Karena dalam hal ini dasar ilmunya adalah geografi maka penggunaan pendekatan ekologi yang dimaksud adalah pembahasan bioma. Pengertian bioma merupakan suatu kumpulan ekosistem besar yang saling berhubungan satu sama lain. Contoh Pendekatan Geografi Ekologi Adapun untuk contoh pendekatan ekologi dalam ilmu geografi ini. Misalnya saja; Bioma gurun Pada arti bioma gurun ditemukan tanaman dengan batang tebal dan binatang yang memiliki kantung berupa cadangan makanan. Fungsi batang tebal pada tanaman kaktus flora khas daerah gurun memiliki kesamaan fungsi dengan punuk pada binatang onta, yaitu sama-sama berguna untuk cadangan makanan selama berhari-hari. Bioma gurun tidak ditemukan pohon-pohon besar maupun hutan. Hal ini dikarenakan pada bioma gurun mengalami curah hujan yang sangat sedikit yaitu kurang dari 25 mm per tahun. Definisi curah hujan yang sangat sedikit tersebut menjadikan wilayah bioma padang gurun memiliki kelembaban yang minim sehingga evaporasi akan sangat kuat. Tingginya evaporasi mengundang fenomena kurangnya kandungan air dalam tanah sehingga tanah menjadi tidak subur. Di daerah kutub juga tidak ditemukan poho-pohon besar. Daerah kutub merupakan kawasan dingin yang diselimuti oleh es. Kawasan kutub memiliki jarak yang jauh dari garis khatulistiwa garis ekuator. Maka dari itu kawasan tersebut memiliki kondisi siang hari atau malam hari yang sangat lama, sehingga tumbuhan tidak akan tumbuh secara normal. Wilayah Pendekatan Geografi Wilayah Pendekatan wilayah sering disebut sebagai analisis regional. Definisi pendekatan wilayah adalah gabungan permukaan bumi dengan lingkungan. Secara garis besar pengertian pendekatan wilayah adalah hubungan antara pendekatan keruangan dengan pendekatan ekologi. Pendekatan wilayah menggunakan prinsip geografi yang disebut sebagai diferensiasi areal. Diferensiasi areal menyebabkan interaksi antara suatu wilayah dengan wilayah lain. Kewilayahan ini nantinya dipelajari dalam disiplin ilmu kartografi. Kartografi adalah ilmu yang mempelajari tentang peta. Seorang pembuat peta dinamakan sebagai kartograf. Kartograf memperhatikan penggunaan keruangan dan ekologi dari segi kewilayahan agar acuan penyusunan peta dapat dilakukan dengan maksimal. Contoh Pendekatan Geografi Wilayah Sedangkan untuk contoh pendekatan geografi wilayah. Antara lain; Fenomena pendekatan wilayah dan perwilayahan Sebagai contoh dalam fenomena pendekatan wilayah dan perwilayahan terdapat karakteristik daerah tertentu. Karakteristik tersebut merupakan unsur utama dalam melakukan suatu pembangunan. Daerah bantaran arti sungai menyebabkan permukiman menjadi memanjang, daerah pegunungan menyebabkan kondisi pertanian dibuat dalam bentuk terasering dengan tujuan menahan tanah longsor, dan lain sebagainya. Pemukiman Penduduk di Jawa Contoh lain adalah permukiman penduduk yang berada di utara Pulau Jawa. Pembangunan rumah di kawasan tersebut diperlukan peninggian pondasi. Pondasi rumah yang tinggi dapat mencegah terkena banjir rob. Banjir rob terjadi apabila air laut memiliki ketinggian yang melebihi daratan. Manfaat Pendekatan Geografi Wilayah Kajian dalam pengertian fenomena geosfer merupakan dasar dari pendektan kewilayahan. Metode pendekatan wilayah dapat digunakan untuk menganalisis banjir yang selalu terjadi di Jakarta setiap tahun. Hal ini disebabkan karena Jakarta dikelilingi oleh Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Ketiga Kabupaten tersebut dialiri oleh sungai besar. Jika daerah hulu sungai terjadi hujan besar maka yang terkena dampaknya adalah hilir sungai yang berada di Jakarta. Fenomena ini didukung oleh drainase di kawasan hilir tepatnya di kawasan Jakarta mengalami penyumbatan aliran oleh sampah. Maka dari itu membuang sampah di sungai sangat dilarang karena dapat menyebabkan banjir. Peristiwa bencana alam banjir tersebut disebut dengan banjir bandang atau banjir kiriman. Antisipasi banjir kiriman yang paling sederhana dengan cara menjaga kelestarian sungai. Pemerintah juga dapat membantu memitigasi bencana alam banjir kiriman dengan cara melebarkan sungai yang berada pada lokasi hulu. Nantinya, debit air yang ada di hulu menjadi semakin besar dan aliran menuju lokasi hilir dapat diminimalisir. Nah, artikel diatas merupakan penjelasan yang membahas tentang pengertian pendekatan geografi keruangan, ekologi, dan wilayah beserta dengan contohnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan para pelajar Indonesia. Analisis Ekologi Dalam Mengkaji Fenomena Geografi Pengetahuan Dasar Geografi = – = – = Untuk mempelajari suatu fenomena/gejala/peristiwa geosfer baik peristiwa alam maupun non alam, Geografi memiliki 3 macam pendekatan yang berciri khas Geografi yaitu pendekatan Keruangan Spatial Approach, pendekatan Lingkungan Ecologycal Approach, dan pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Regional Complex Approach. Ketiga pendekatan tersebut dapat digunakan secara terpadu dalam mengkaji permasalahan Geografi atau dalam kondisi tertentu cukup menggunakan salah satu saja. Salah satu pendekatan yang sering digunakan dalam mengkaji fenomena alam/non alam secara Geografis adalah pendekatan Lingkungan. Pendekatan Lingkungan adalah pendekatan untuk mengkaji fenomena geografi dengan memperhatikan faktor interaksi antar organisme dan organisme dengan lingkungannya. Fokus utama pendekatan yang diadaptasi dari ilmu biologi ini menekankan pada faktor aktifitas manusia yang merubah susunan keruangan. Bentuk aktifitas manusia terjadi dalam bentuk interaksi antar manusia dan interaksi antara manusia dengan lingkungan. Baca Juga Pendekatan Geografi, Pendekatan Keruangan-Topikal, Pendekatan Keruangan-Aktifitas Manusia, Pendekatan Keruangan-Regional, Pendekatan Lingkungan, Pendekatan Kewilayahan. Contoh fenomena geosfer yang dikaji dengan pendekatan lingkungan misalnya adalah Tingginya Produktifitas Pertanian Di Pulau Bali Siapa yang tak tahu dengan Bali, salah satu pulau di wilayah Indonesia yang memiliki pesona alam dan budaya yang luar biasa. Pesona hebat tersebut membuat pulau ini begitu terkenal di dunia dan membuat banyak orang dari negara lain berduyun-duyun untuk menyaksikan keindahan Bali. Hal ini menyebabkan potensi Bali di bidang pariwisata begitu maju pesat dan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang besar. Pertumbuhan penduduk dan kegiatan industri pariwisata yang begitu pesat di pulau Bali pada satu sisi membuat banyak terjadi alih fungsi lahan. Salah satu yang terkena imbas adalah alih fungsi lahan pertanian ke bentuk aktifitas lahan yang lain menyebabkan terjadinya penyempitan lahan pertanian. Namun siapa sangka produktifitas pertanian di pulau Bali tetap tinggi. Berdasarkan data BPS tahun 2018, Bali merupakan daerah dengan rata-rata produktifitas pertanian tertinggi di Indonesia yang hampir mencapai 6 ton perhektare GKG Gabah Kering Giling. Tingginya produktifitas pertanian di Bali tersebut dalam ilmu Geografi jika dikaji dengan pendekatan Lingkungan adalah dengan memperhatikan Faktor Aktifitas Manusia Dengan Lingkungan Alam Dalam Mengolah Lahan Pertanian Di Bali. Lahan pertanian di pulau Bali banyak tersebar di bagian utara pada daerah tersebut merupakan daerah surplus pertanian. Dari gambar peta Daya Dukung Lahan Pertanian dan Ekonomi berikut ini dapat diketahui wilayah surplus daya dukung pertanian mayoritas terdapat di kabupaten Buleleng. Daya dukung yang surplus ini mengindikasikan tingginya potensi wilayah tersebut untuk kegiatan pertanian. Kemudian berdasarkan peta morfologi pulau Bali berikut ini diketahui sebagian besar wilayah yang memiliki surplus daya dukung pertanian di buleleng memiliki topografi kasar dengan kemiringan lereng menghadap ke laut Bali. Kondisi topografi yang kasar dengan banyaknya relief-relief permukaan bumi yang memiliki sudut kemiringan besar berpotensi menyebabkan tingginya proses erosi pada lapisan tanah bagian atas. Padahal lapisan tanah bagian atas adalah lapisan tanah yang penting untuk kegiatan pertanian dengan banyaknya humus dan kandungan unsur hara didalamnya. Untuk mengurangi laju erosi permukaan tanah maka sistem penanaman di lahan pertanian di Bali dibuat mengikuti garis kontur contour farming dan dan lahan pertanian dimekanisasi dengan dibuat berundak-undak terasering. Agar produktifitas pertanian tinggi petani juga menerapkan standar-standar peningkatan hasil pertanian secara intesif, misalnya dengan pemilihan bibit unggul, pengolahan tanah, pemberian pupuk dan sebagainya. Salah satu usaha peningkatan produktifitas pertanian di bali adalah dengan sistem irigiasi terstruktur yang disebut dengan Subak. Berbagai cara pengolahan lahan pertanian tersebut menyebabkan produktifitas pertanian di Bali memiliki rata-rata tertinggi di Indonesia. Cara-cara pengolahan lahan tersebut dalam pendekatan Lingkungan ilmu Geografi merupakan bentuk aktifitas manusia terhadap alam atau lingkungan sekitarnya. Faktor Interaksi Antar Manusia Dalam Mengelola Dan Meningkatkan Produktifitas Pertanian Di Bali Metode pengairan sawah tradisional di Bali SUBAK begitu terkenal di dunia dan oleh UNESCO ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Subak tidak hanya berupa bentuk interaksi manusia dengan lingkungan dalam usaha meningkatkan produktifitas lahan pertanian, tetapi juga merupakan bentuk interaksi antar manusia dalam hal ini petani di Bali untuk bekerjasama agar hasil pertanian tetap tinggi. Subak adalah sebuah organisasi yang dimiliki oleh masyarakat petani di Bali yang khusus mengatur tentang manajemen atau sistem pengairan/irigasi sawah secara tradisional. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Subak adalah suatu lembaga sosial masyarakat di daerah pertanian di Bali. Dalam Subak dibentuk struktur kepengurusan yang terdiri atas Pengurus Pakaseh/Kelian Kepala Subak Pangliman/Petajuh Wakil Kepala Subak Penyarikan/Juru Tulis Sekretaris Subak Petengen/Juru Raksa Bendahara Kasinoman/Jura Arah/Juru Uduh/Juru Tibak Kehumasan Pemangku Urusan Ritual Adat Kelompok Sekaa Sekaa Numbeg kelompok yang mengatur hal pengolahan tanah Sekaa Jelinjingan kelompok yang mengatur pengolahan air Sekaa Sambang kelompok yang mengawasi air dari pencurian, menangkap binatang perusak/hama Sekaa Memulih/nandur kelompok yang bertugas dalam hal penanaman bibit padi Sekaa Mejukut kelompok yang bertugas menyiangi padi Sekaa Manyi kelompok yang bertugas menuai/memotong/mengetam padi Sekaa Bleseng kelompok yang bertugas mengangkut hasil panen dari sawah ke lumbung Melalui sistem Subak, para petani medapatkan bagian air sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh musyawarah dari warga/krama subak dan tetap dilandasi oleh filosofi Tri Hita Karana Tiga Penyebab Kebahagiaan dan Kesejahteraan. Maka dari itu, kegiatan dalam organisasi/perkumpulan Subak tidak hanya meliputi masalah pertanian atau bercocok tanam saja, tetapi juga meliputi masalah ritual dan peribadatan untuk memohon rejeki dan kesuburan. Organisasi Subak merupakan organisasi otonom yang terdapat di setiap wilayah pertanian di Bali. Dalam kajian ilmu Geografi, pendekatan Lingkungan yang digunakan untuk menganalisis Subak ini menekankan pada interaksi antar manusia petani dalam usahanya meningkatkan produktifitas pertanian. = – = – = Untuk memahami pendekatan ekologi dalam bentuk presentasi video dapat anda klik icon menuju link Youtube berikut ini. Sumber Tulisan Daldjoeni, N. 1982. Pengantar Geografi. Bandung Alumni Hermawan, Iwan. 2009. Geografi Sebuah Pengantar. Bandung Private Publishing Sumaatmadja, Nursid. 1988. Studi Geografi Suatu Pendekatan dan Analisa Keruangan. Bandung Alumni Sya, Ahman. 2011. Pengantar Geografi. Bandung LPPM Bina Sarana Informatika Suharyono dan Moch. Amien. 2013. Pengantar Filsafat Geografi Yogyakarta Ombak Yunus, 2008. Konsep Dan Pendekatan Geografi Memaknai Hakekat Keilmuannya. Disampaikan dalam sarasehan Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Geografi Indonesia. Yogyakarta Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada = – = – = Terimakasih atas kunjungannya. Mohon kritik dan sarannya Selamat belajar. Semoga bermanfaat. Setiap objek ilmu pengetahuan pada dasarnya sama yaitu fenomena di permukaan bumi dan yang membedakan ilmu satu dengan ilmu lainnya adalah metode pendekatannya approach. Permukaan bumi ini banyak dibangun oleh gaya alami seperti gaya endogen dan gaya eksogen seperti gunung api, pantai, sungai, danau dan lainnya. Baca juga Klasifikasi iklim Koppen dan cirinya Permafrost, fenomena tanah membeku Akan tetapi kehadiran manusia dalam ruang permukaan bumi mampu merubah struktur permukaan bumi itu sendiri. Dalam hal ini akan terjadi ini interaksi antara manusia dengan lingkungan. Interaksi manusia dengna lingkungan ini dapat dianalisa dengan pendekatan ekologi atau kelingkungan. Geografi pada dasarnya merupakan ilmu antroposentris yaitu melihat manusia dalam dua sisi yaitu imanen dan transenden. Imanen artinya manusia mejadi bagian dari unsur alam itu sendiri sama halnya seperti hewan dan tumbuhan. Sementara transenden artinya manusia punya tanggung jawab lebih dari mahluk lainnya karena manusia dibekali akal pikiran. Setiap perlakukan terhadap alam harus dipikirkan matang-matang untuk meminimalisir dampak negatif di kemudian hari. Pemukiman Kumuh Merusak Kondisi Lingkungan Dalam ekologi dikenal konsep "man ecological dominant" artinya manusia mendominasi alam atua lingkungan. Perkembangan peradaban manusia membuat lingkungan berubah drastis dan berdampak pada bencana atau kerusakan yang muncul seperti polusi, pencemaran, longsor, banjir dan lainnya. Contoh pendekatan kelingkungan dalam kajian geografi adalah sebagai berikut Longsor merupakan suatu gerakan tanah yang terjadi menuruni lereng secara cepat. Pada dasarnya longsor biasa terjadi bila curah hujan tinggi. Faktor alami seperti struktur tanah yang kurang baik dengan kemiringan lereng yang curam bisa menjadi faktor terjadinya longsor saat musim hujan tiba. Jika ini yang terjadi maka bukan pendekatan lingkungan yang digunakan karena faktor alami ruang yang bekerja tidak ada aktifitas manusia yang memicu. Beda halnya jika terjadi longsor, namun ini terjadi karena daerah lereng bukit misalnya dibuat lahan pertanian dan tanaman keras dihilangkan. Ini tentu menambah batas kritis lereng. Saat hujan terjadi maka longsor akan terjadi karena diawali aktifitas manusia pada lereng tersebut. Inilah yang dinamakan pendekatan kelingkungan. Artinya setiap fenomena dalam ruang bisa dikaji secara alamiah dan dengan melihat interaksi manusia di dalamnya. Gejala Atmosfer - Pengaruh perubahan suhu udara terhadap kebiasaan tingkah laku makhluk hidup. - Pengaruh angin laut terhadap banyaknya curah hujan, dan amplitudo suhu harian. - Cuaca dan Iklim yang berpengaruh pada vegetasi tumbuhan juga berpengaruh terhadap pola kehidupan manusia. Gejala Lithosfer - Adanya pertemuan gunung muda- Relief dan tanah yang terjal serta penuh dengan Daerah yang berkapur biasanya banyak ditemukan di gua-gua alam. Gejala Hidrosfer - Banyaknya penguapan, curah hujan tinggi. - Intensitas dan besarnya hujan sangat berpengaruh terhadap ketinggian permukaan air tanah. Gejala Biosfer -Hewan yang hidup di air pada umumnya bernafas dengan insang. - Di daerah padang pasir sangat jarang ditemukan hewan dan tumbuhan. Gejala Antroposfer - Kelebihan penduduk mendorong migrasi keluar. - Besarnya angka kelahiran di banding kematian menyebabkan ledakan penduduk. 3 Pendekatan Geografi Pengertian, Jenis, dan ContohnyaA. Pengertian Pendekatan GeografiB. Jenis-jenis Pendekatan Geografi1. Pendekatan Keruangan Spatial ApproachCiri Pendekatan KeruanganContoh Pendekatan Keruangan2. Pendekatan Kelingkungan Ecological approachCiri Pendekatan KelingkunganContoh Pendekatan Kelingkungan3. Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Regional ApproachCiri Pendekatan Kewilayahan/Kompleks WilayahContoh Pendekatan Kewilayahan/Kompleks WilayahC. Contoh Soal Pendekatan Geografi1. Soal SNMPTN 20112. Soal SPMB 20033. Soal SIMAK UI 20134. Soal UN 20195. Soal UN 20176. Soal UN 20167. Soal UN 20158. Soal UN 20149. Soal UN 201410. Soal UN 201311. Soal UN 201212. Soal UN 201113. Soal UN 200914. Soal UN 200815. Soal UN 2008 A. Pengertian Pendekatan Geografi Pendekatan Geografi geographical approach adalah sudut pandang dalam mengkaji atau mempelajari fenomena geosfer. Kita juga dapat menyebut pendekatan sebagai objek formal. Setiap disiplin ilmu memiliki pendekatan atau objek formalnya masing-masing. Disiplin Ilmu Ekonomi akan mengkaji suatu fenomena atau permasalahan dari sudut pandang pemenuhan kebutuhan, Ilmu Sejarah akan mengkaji suatu topik dari sudut pandang kejadian di masa lampau dan menekankan pada kronologis, sedangkan Geografi pendekatannya selalu berkaitan dengan ruang tempat. Dari semua kata tanya what, who, where, when, why, dan how 5W 1H yang membedakan Geografi dengan disiplin ilmu lainnya adalah penekanan pada kata tanya where di mana. Ilmu Geografi selalu mengkaji suatu topik B. Jenis-jenis Pendekatan Geografi Geografi memiliki tiga pendekatan, yaitu 1. Pendekatan Keruangan Spatial Approach Objek formal atau pendekatan ini mengkaji fenomena geosfer dengan melihat pada ruang atau tempatnya. Pendekatan keruangan mempelajari masalah yang penyebabnya muncul dari tempat itu sendiri dari alam. Ciri Pendekatan Keruangan Pendekatan ini mengkaji fenomena geosfer yang terjadi secara alami, bukan karena campur tangan manusia. Pendekatan spasial adalah nama lain dari pendekatan keruangan. Contoh Pendekatan Keruangan Wilayah Indonesia merupakan pertemuan tiga lempeng besar sehingga sering terjadi gempa bumi. Gempa kuat yang terjadi di dasar Samudera Hindia menyebabkan terjadinya tsunami. Erupsi Gunung Merapi menyebabkan daerah sekitarnya tertutup abu vulkanik yang tebal. 2. Pendekatan Kelingkungan Ecological approach Pendekatan ini disebut juga ekologi. Pendekatan ekologi mengkaji fenomena geosfer dengan mengamati interaksi antara makhluk hidup dengan tempat tinggal atau lingkungannya. Masalah seperti pencemaran, banjir, dan tanah longsor menjadi bahasan dalam pendekatan ini. Kita dapat mengatakan pendekatan kelingkungan mempelajari masalah yang penyebabnya muncul karena manusia. Ciri Pendekatan Kelingkungan Membahas fenomena geosfer yang penyebabnya muncul oleh sebab perbuatan manusia. Contoh Pendekatan Kelingkungan Karena tidak disiplin dalam mengelola drainase dan sampah, maka kota X sering mengalami banjir. Penebangan pohon di hutan sekitar hulu sungai menjadi penyebab terjadinya longsor. Akibat kelalaian para pekerja di dalam hutan, terjadilah kebakaran besar yang menghanguskan berhektar-hektar hutan. 3. Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Regional Approach Pendekatan ini merupakan gabungan antara pendekatan keruangan dengan pendekatan kelingkungan. Para ahli geografi menyebut pendekatan ini kompleks wilayah karena mengkaji masalah yang lebih rumit daripada pendekatan-pendekatan lain sebelumnya di atas. Ciri Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Mengkaji fenomena geosfer yang penyebabnya kombinasi dari kejadian alami kemudian ada perbuatan manusia gabungan keruangan dan kelingkungan. Mengkaji masalah yang rumit kompleks. Biasanya melibatkan lebih dari satu tempat atau wilayah. Contoh Pendekatan Kewilayahan/Kompleks Wilayah Pengelolaan daerah aliran sungai yang kurang terpadu antara pemerintah Jawa Barat dan DKI Jakarta menyebabkan banjir di Jadetabek dan sekitarnya. Setiap hari kemacetan di Jakarta disumbang oleh warganya sendiri dan juga masyarakat suburban yang tinggal di Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pembangunan daerah-daerah di Indonesia yang hanya berpusat di beberapa lokasi saja menyebabkan persebaran kepadatan penduduk yang tidak merata. C. Contoh Soal Pendekatan Geografi 1. Soal SNMPTN 2011 Contoh penerapan analisis spasial dalam kegiatan pembangunan adalah …. A pengelolaan bencana banjir daerah hilir melalui penghijauan daerah hulu B penanggulangan bencana gempa bumi dengan bangunan tahan gempa C pengentasan kemiskinan penduduk melalui peningkatan pendapatan D peningkatan kesejahteraan penduduk melalui penyediaan lapangan kerja E pengendalian perubahan penggunaan lahan melalui penerapan peraturan daerah Pembahasan Analisis spasial pendekatan keruangan adalah sudut pandang dalam mempelajari fenomena geosfer yang munculnya dari tempat ruang itu sendiri. Dengan kata lain penyebabnya adalah sesuatu yang alami. Pendekatan keruangan biasanya tidak jauh dari pembahasan tentang gempa bumi, gunung, meletus, tsunami dan fenomena geosfer lainnya yang penyebabnya alam. Maka dari lima pilihan jawaban yang tersedia yang paling tepat adalah B penanggulangan bencana gempa bumi dengan bangunan tahan gempa. 2. Soal SPMB 2003 Analisis di bidang geografi yang berlandaskan pada pendekatan ekosistem disebut analisis …. A tetangga terdekat B ekologi C regional D keruangan E statistik Pembahasan Ekosistem artinya adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Berbicara tentang ekosistem berarti berbicara tentang lingkungan. Pendekatan atau analisis geografi yang paling tepat adalah B ekologi. 3. Soal SIMAK UI 2013 Penduduk wilayah pesisir memiliki cara hidup yang berbeda dengan penduduk di pegunungan. Mata pencaharian mereka berbeda, demikian juga cara mereka berpakaian. Sumber daya yang menjadi pendukung kehidupan mereka pun berbeda. Bentuk analisis yang dilakukan untuk mengkaji perbedaan suatu tempat dalam ilmu geografi dikenal sebagai …. A analisis keruangan B analisis kewilayahan C analisis kelingkungan D analisis tematik E analisis ekosistem Pembahasan Soal tersebut membicarakan perbedaan suatu tempat dengan tempat lainnya. Dengan merujuk ke penjelasan tiga pendekatan geografi pada materi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jawaban yang paling tepat adalah A analisis keruangan. 4. Soal UN 2019 Angka pertumbuhan penduduk Kota Surabaya yang tinggi berdampak di wilayah sekitar. Salah satu yang terdampak yaitu Kabupaten Sidoarjo yang dihubungkan oleh jalan raya kelas I, sehingga menjadikan wilayah tersebut sebagai penyangga bagi Kota Surabaya. Pendekatan Geografi yang sesuai untuk mengkaji fenomena tersebut adalah …. A pendekatan kelingkungan B pendekatan topik C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan aktivitas manusia E pendekatan keruangan Pembahasan Masalah yang diangkat pada soal tersebut adalah pertumbuhan penduduk Kota Surabaya yang berdampak pada wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Sidoarjo. Dengan merujuk pada materi di atas, kita dapat temukan salah satu ciri pendekatan kompleks wilayah pada masalah ini. Ciri tersebut adalah melibatkan lebih dari satu tempat atau wilayah. Pendekatan Geografi yang paling tepat untuk mengkaji masalah ini adalah C pendekatan kompleks wilayah. 5. Soal UN 2017 Perluasan perkebunan kelapa sawit dengan membakar lahan gambut di wilayah Riau berdampak buruk yang mengakibatkan kebakaran hutan dan gangguan asap di beberapa provinsi tetangganya. Pendekatan geografi yang sesuai dengan fenomena tersebut adalah …. A pendekatan kompleks wilayah B pendekatan ekologi C pendekatan spasial D pendekatan keruangan E pendekatan lingkungan Pembahasan Topik yang menjadi permasalahan pada soal ini mirip dengan soal nomor 4. Kemiripannya adalah sama-sama membahas fenomena yang melibatkan lebih dari satu tempat atau wilayah. Kalau kita jeli mengamatinya, maka soal ini akan terlihat sangat mudah. Saking mudahnya bahkan bisa dijawab tanpa membaca kalimat soal. Loh, kok bisa? Jelas bisa. Coba perhatikan lima pilihan jawaban di atas! A pendekatan kompleks wilayah B pendekatan ekologi C pendekatan spasial D pendekatan keruangan E pendekatan lingkungan Pilihan jawaban B pendekatan ekologi memiliki makna yang sama dengan E pendekatan kelingkungan, sehingga kita tidak bisa memilih B ataupun E. Kemudian pilihan jawaban C pendekatan spasial semakna dengan D pendekatan keruangan, jadi kita pun tidak bisa memilih C ataupun D. Jawaban yang paling tempat adalah A pendekatan kompleks wilayah. 6. Soal UN 2016 Hujan yang terjadi terus-menerus di kawasan puncak Gunung Merapi, Jawa Tengah mengakibatkan terjadinya banjir lahar dingin yang melanda beberapa desa di lereng gunung. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji gejala tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kelingkungan C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan kewilayahan E pendekatan korologis Pembahasan Kita harus melihat soal ini lebih jeli daripada soal sebelumnya. Soal ini menyatakan “melanda beberapa desa”. Pernyataan ini tidak serta merta membuat jawabannya menjadi pendekatan kompleks wilayah. Kemudian perhatikan, ada dua pilihan jawaban yang semakna. Pilihan C pendekatan kompleks wilayah dan pilihan D pendekatan kewilayahan adalah pernyataan yang artinya sama. Maka kita tidak bisa memilih satupun dari kedua pilihan tersebut. Kita perlu mengetahui bahwa korologis bukanlah bagian dari pendekatan geografi, melainkan salah satu dari prinsip geografi. Soal menceritakan fenomena geosfer yang mengarah pada peristiwa yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Pilihan jawaban yang tepat adalah A pendekatan keruangan. 7. Soal UN 2015 Lalulintas di daerah perkotaan sering macet terutama pada musim hujan. Jalan banyak yang terendam air disebabkan curah hujan tinggi, banjir kiriman dari daerah sekitarnya, persentase pertambahan kendaraan lebih besar jika dibandingkan dengan pertambahan jalan, serta permukiman kumuh di pinggir-pinggir sungai. Pendekatan geografi untuk mengkaji masalah tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kompleks wilayah C pendekatan interrelasi D pendekatan kelingkungan E pendekatan keterkaitan keruangan Pembahasan Sebelum membahas lebih jauh, kita bisa mengeliminasi terlebih dahulu jawaban yang sudah pasti salah. A pendekatan keruangan B pendekatan kompleks wilayah C pendekatan interrelasi ❌ → interelasi adalah salah satu dari prinsip geografi, bukan pendekatan geografi D pendekatan kelingkungan E pendekatan keterkaitan keruangan ❌ → keterkaitan keruangan adalah salah satu dari konsep esensial geografi, bukan pendekatan geografi Dilihat dari kalimat soal kita bisa temukan bahwa membahas permasalahan yang rumit kompleks masalah yang muncul adalah akibat dari fenomena alam ditambah dengan perbuatan manusia melibatkan lebih dari satu wilayah Maka jawaban yang tepat adalah B pendekatan kompleks wilayah 8. Soal UN 2014 Hujan deras yang mengguyur kota Medan beberapa waktu lalu mengakibatkan banjir di beberapa lokasi kota tersebut. Pendekatan yang diperlukan untuk mengkaji permasalahan tersebut adalah …. A pendekatan ekologi B pendekatan sejarah C pendekatan komplek wilayah D pendekatan deskripsi E pendekatan keruangan Pembahasan Jawaban yang sudah pasti salah kita eliminasi terlebih dahulu A pendekatan ekologi B pendekatan sejarah ❌ → tidak ada istilah pendekatan sejarah dalam pelajaran kita di bab ini C pendekatan komplek wilayah D pendekatan deskripsi ❌ → deskripsi adalah salah satu dari prinsip geografi, bukan pendekatan geografi E pendekatan keruangan Meskipun kalimat soal menyatakan “…di beberapa lokasi kota tersebut”, namun tidak serta merta membuat jawabannya adalah pendekatan kompleks wilayah. Kita tidak menemukan ciri-ciri pendekatan kewilayahan/kompleks wilayah pada soal ini. Hujan deras adalah fenomena geosfer yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Maka jawaban yang tepat adalah E pendekatan keruangan. 9. Soal UN 2014 Alih fungsi lahan untuk permukiman, vila, resort, dan hotel di wilayah Bogor dan Bandung menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Jakarta. Pendekatan geografi yang tepat untuk mengatasi banjir di Jakarta adalah …. A pendekatan ekologi B pendekatan kronologi C pendekatan keruangan D pendekatan kewilayahan E pendekatan spasial Pembahasan Kita dapat mengeliminasi pilihan jawaban B pendekatan kronologi. Karena memang tidak ada yang namanya pendekatan kronologi dalam bab yang sedang kita pelajari. Kemudian perhatikan pilihan jawaban C dan E. Pendekatan keruangan dan pendekatan spasial adalah sama, maka kita tidak dapat memilih keduanya. Alih fungsi lahan menyebabkan banjir, berarti manusia yang menyebabkan fenomena tersebut terjadi. Kemudian yang terlibat dalam permasalahan ini lebih dari satu wilayah, sehingga pendekatan geografi yang digunakan adalah kewilayahan. 10. Soal UN 2013 Kebakaran hutan yang terjadi di pulau Sumatera menyebabkan berbagai permasalahan seperti gangguan pernapasan, jarak pandang yang terbatas bagi penduduk Sumatera bahkan Malaysia dan Singapura. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan topik C pendekatan aktivitas manusia D pendekatan kelingkungan E pendekatan kompeks wilayah Pembahasan Pada kalimat soal ini dapat kita temukan ciri-ciri Masalah yang kita temukan adalah masalah yang rumit kompleks Melibatkan lebih dari satu tempat/wilayah Maka jawaban yang tepat adalah E pendekatan kompleks wilayah. 11. Soal UN 2012 Angin puting beliung yang melanda wilayah Solo dan Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, merusak rumah-rumah warga dan perkantoran di daerah tersebut. Pendekatan geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah …. A pendekatan ekologi B pendekatan keruangan C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan korologi E pendekatan regional Pembahasan Sebelum membahas lebih lanjut, kita dapat mengeliminasi beberapa pilihan jawaban yang sudah pasti salah A pendekatan ekologi B pendekatan keruangan C pendekatan kompleks wilayah ❌ → lihat pilihan jawaban E regional, kita tidak bisa memilih pernyataan yang semakna D pendekatan korologi ❌ → korologi bukanlah bagian dari pendekatan geografi, melainkan prinsip geografi E pendekatan regional ❌ → lihat pilihan jawaban C pendekatan kompleks wilayah, kita tidak bisa memilih pernyataan yang semakna Kemudian, angin puting beliung adalah fenomena yang terjadi oleh sebab alam, bukan campur tangan manusia. Maka jawaban yang tepat adalah B pendekatan keruangan 12. Soal UN 2011 Daerah pantai sering dilanda banjir pasang rob. Kondisi itu dimanfaatkan penduduk untuk usaha pertambakan. Pendekatan geografi untuk menganalisis hal tersebut adalah …. A pendekatan spasial B pendekatan ekologi C pendekatan keruangan D pendekatan kelingkungan E pendekatan kewilayahan Pembahasan Kita dapat langsung menjawab soal tanpa membaca pertanyaannya berulang-ulang. Perhatikan pilihan jawaban A pendekatan spasial, ia semakna dengan C pendekatan keruangan, maka kita tidak bisa memilih keduanya. Pilihan jawaban B pendekatan ekologi semakna dengan D pendekatan kelingkungan, maka kita tidak dapat memilihnya juga. Kemudian, banjir pasang atau rob merupakan fenomena alam, dimanfaatkan untuk usaha pertambakan ini merupakan kegiatan manusia. Maka jawaban yang tepat adalah E pendekatan kewilayahan. 13. Soal UN 2009 Permukiman di sepanjang Bengawan Solo sering mengalami banjir, sehingga masyarakat membuat tanggul penahan banjir dan pada waktu banjir terjadi sering kali pemukiman ditinggal penghuninya. Pendekatan geografi untuk mempelajari peristiwa tersebut adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kewilayahan C pendekatan kelingkungan D pendekatan sosial E pendekatan kemanusiaan Pembahasan Pada kalimat soal, bagian “Permukiman di sepanjang Bengawan Solo sering mengalami banjir” menunjukkan fenomena yang terjadi secara alami. Maka ini merupakan penerapan dari pendekatan keruangan. Kemudian, pada bagian “masyarakat membuat tanggul penahan banjir” menunjukkan aktivitas manusia. Maka kita dapat katakan ini merupakan penerapan dari pendekatan kelingkungan. Pendekatan keruangan bergabung dengan pendekatan kelingkungan, maka jawaban yang tepat adalah B pendekatan kewilayahan. 14. Soal UN 2008 Setiap musim penghujan di Jakarta dan sekitarnya sering terjadi banjir dan tanah longsor terutama di kawasan hilir Ciliwung. Untuk memecahkan masalah tersebut dalam studi geografi dilakukan dengan …. A pendekatan keruangan B pendekatan ekologi C pendekatan kompleks wilayah D pendekatan regionalisasi E pendekatan kewilayahan Pembahasan Pada soal ini kita dapat langsung mengeliminasi pilihan jawaban C pendekatan kompleks wilayah, D pendekatan regionalisasi, dan E pendekatan kewilayahan. Alasannya adalah ketiganya adalah pernyataan yang semakna, maka kita tidak bisa memilih satupun dari tiga pilihan tersebut. Walaupun soal ini mengangkat fenomena banjir, tetapi kita tidak dapat memilih pendekatan kelingkungan. Alasannya adalah kalimat soal tidak menyatakan penyebabnya dari ulah manusia, maka di sini kita pilih jawaban A pendekatan keruangan. 15. Soal UN 2008 Peristiwa alam seperti tanah longsor di Gunung Leuser Aceh, merupakan fenomena geosfer yang dapat dikaji melalui pendekatan geografi yang tepat adalah …. A pendekatan keruangan B pendekatan kelingkungan C pendekatan persebaran D pendekatan kewilayahan E pendekatan korologis Pembahasan Kita dapat langsung mengeliminasi pilihan jawaban C dan E karena persebaran dan korologis merupakan bagian dari prinsip geografi, bukan pendekatan geografi. Soal ini menyebutkan fenomena yang terjadi secara alami, maka kita dapat memilih jawaban A pendekatan keruangan. Demikianlah pelajaran tentang pendekatan geografi, semoga bermanfaat. Baca juga Ilmu Penunjang Geografi yang Perlu Kamu Ketahui

tuliskan contoh gejala geografi yang sesuai dengan pendekatan ekologi