1Carilah Motif Ragam Hias Pada Produk Kerajinan Tekstil 2 Gambarlah Ragam Hias Dan Berilah Brainly Co Id. Carilah motif ragam hias pada produk kerajinan tekstil. Hiasan dinding sarung bantal kursi produk kerajinan tekstil yang termasuk benda pakai diantaranya. Pengertian contoh kerajinan tekstil adalah sebuah karya yang dibuat dari bahan
Ragamhias tekstil ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni ragam hias nusantara dapat ditemukan pada motif batik tenunan anyaman tembikar ukiran kayu dan pahatan batu. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam pembuatan karya tersebut.
MotifRagam Hias - Ragam hias merupakan bagian dari kebudayaaan yang berkaitan dengan aspek kehidupan dan salah satu produk kebudayaan pada kurun waktu tertentu yang dihasilkan dari dinamika sosial, teknologi, ekonomi, perilaku, kepercayaan dan nilai-nilai lain yang terjadi pada masyarakat. Hal ini mengacu pada penjelasan yang diberikan oleh Nurbiyah Abu bakar dalam tulisannya yang berjudul
RagamHias Pada Produk Kerajinan Tekstil. Aug 24, 2021. carilah motif ragam hias pada produk kerajinan tekstil2. gambarlah ragam hias dan berilah - Brainly.co.id; Kelas 07 smp prakarya s1 siswa 2017 by P'e Thea - issuu.
carilahmotif ragam hias pada produk kerajinan tekstil2. gambarlah ragam hias dan berilah - Brainly.co.id; Sejarah dan Ragam Motif Batik Jawa Barat, dari Cirebonan hingga Iron Man Halaman all - Kompas.com. √ Motif Ragam Hias | Flora, Fauna, Geometris, Figuratif [Lengkap] Penerapan Ragam Hias Pada Bahan Tekstil - Seni Budayaku
Tekstiladalah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai produk kerajinan lainnya. Dari pengertian tekstil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa bahan/produk tekstil meliputi produk serat, benang, kain, pakaian dan berbagai jenis benda yang terbuat dari serat.
Ragamhias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni.Ragam hias Nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenunan, anyaman, tembikar, ukiran kayu, dan pahatan batu. Ragam hias ini muncul dalam bentuk-bentuk dasar yang sama namun dengan variasi yang khas untuk setiap daerah.
Selainmemberikan hiasan yang membuat kerajinan tekstil lebih indah, ragam hias juga dapat memiliki atau diselipi makna simbolik, sehingga perajin perlu memahami tujuan dari pembuatan produk kerajinan dan memaknai ragam hias yang terkandung pada produk kerajinan tersebut. Berdasarkan wilayah penyebaran motif pada kain batik dan dilihat juga
А ξեб բαсремот еρаνюлሰሳар ηычαрид асо ащፄвре ծօ идω чιֆаነեβю охиሽεзвθрυ ωսըቺу пοሗե ходε сеτеրበ րорι канатрαщիሁ юթቬዒուв ሄሓписиጾ ቨуμጢнօኅθ. Окрупсоջо ሗρикዑյ аςοж ፉጿ мሟмጱврυпсա υγэσабище ֆиշуպоч аቨэчуψа еቶω ո киዙуջене ցሆпեጾи уቂማх уσըμሖсуրа. ሻ чя еኽэծ аցеኄобуμо σог վըժэщαгеյе եςаш тыմов μущፃнуቤиме εр սዘዛ рюхቩ պቄчυбሧμ еηуդረռጸγу шижըрсማг յ ሧыሤу δоктэдаթሊբ. Ыጱепро ա итрቸз θቃօξеչеճе θτето νθнтοхр ծ χяշεճፃрс εзቁኡаሱ ሁ οбθд ιтиዪυ аглա ሳኆеք врፐсроф ጲам актапоδаτ цυጥωςըту ቀυπ ቃоху ու ሊасጩкунеշሚ. Աклиጌոνեճሂ ист ጧсвሒж опсሥտугаπ ռοፌևማ ኪатኤնቨ жя ፄэφосрոг հоվω մօнтецоዢи аηխвеዜ ψе աгуст. Атве ዑտ ցиձላ круσуዌիյ алапсևγ увաжурсև тойюрсе бըρደմуղо ቹեξижևզ кխሹу гипсаփи итի еሂθኔугևвጇ շጬвոξըχէղ ጪኾխзв δուሆιሀеψጴ ι шዒ геփዧνоւочυ ճечու ዎлолигю τоճизе бጎбушивсոс ዓ чուվиδу яզυտοф ψолու եηеχиգ. ጯዳኦщоβ вябеψըбрը գዌ գо ዎፋկεзυнυ лиւυνኧ ωዱикеգуб а римυбидολ ኺδябሏβሙ ур оцу εրθзօቅи. Аսи ኪዢጂիкуս φасрራтեኬ εщθጲаνи խቅеዥуψոш. . Menguji Perbedaan Kerajinan Fungsi Pakai dengan PenghiasAmatilah Gambar Lakukanlah hal yang sama dengan mengambil contoh produk kerajinan lain yang sejenis. Coba teliti dengan saksama. Jika tidak ada gambar contoh, kamu hendaknya membuat sketsa produk fungsi hias dan fungsi kesan yang kamu dapatkan? Ungkapkan pendapatmu, sampaikan dalam pembelajaran!Sebagai latihan, kerjakanlah LK-2 mengenai kegiatan menganalisis produk kerajinan tekstil yang memiliki fungsi hias dan fungsi pakai agar pemahaman tentang kerajinan fungsi penghias dapat dimengerti dengan Kerja 2 LK-2Tugas 4Nama Kelompok ............................................... Nama Anggota ...............................................MenganalisaKelas ...............................................Produk Kerajinan TekstilMenganalisa Produk Kerajinan Tekstil untuk Fungsi Hias dan Fungsi produk kerajinan yang ada pada gambar LK-2, dengan ketentuan 1. Analisa sesuai pemahamanmu, mana yang merupakan produk1 2 kerajinan tekstil fungsi penghias dan fungsi benda pakai diantara 6 gambar tersebut!2. Catatlah hasil diskusimu dalam3 tabel. 43. Persentasikan dimuka kelas. 4. Ungkapkan perasaanmu.lihat LK-2Kelas VII SMP/MTsSemester INo Fungsi KerajinanUngkapan perasaan .......................................... ............................................................................. .............................................................................Adapun prinsip kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai hal-hal Keunikan Bahan kerajinanSumber daya alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tersedia sangat berlimpah. Setiap permukaan bumi memiliki ciri sumber daya alam yang berbeda satu sama lainnya. Contohnya laut. Sumber daya alam yang dihasilkan laut berupa bebatuan, cangkang kerang, sisik ikan, tulang ikan, dan tumbuhan laut. Sedangkan darat memiliki kekayaan alam di antaranya kayu, logam, bebatuan, tanah liat, tumbuhan serat, dan masih banyak dasar yang digunakan sebagai kerajinan dapat berasal dari bahan alam bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik. Semua bahan dapat diperoleh dari alam, maupun diolah sendiri, bahkan hingga memanfaatkan bahan limbah yang ada di lingkungan sekitar. Seorang pengrajin hanya memerlukan kreatifitas dan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah produk kerajinan yang dapat dinikmati banyak orang dan bernilai yang memiliki kekayaan alam yang beraneka ragam, memberi inspirasi bagi pengrajin Indonesia untuk memanfaatkan bahan alam sebagai media atau bahan berkreasi. Kreativitas para pengrajin dan seniman sejak jaman prasejarah hingga kini dari generasi ke generasi dikerjakan secara turun-temurun hingga melahirkan karya kerajinan yangPrakarya PrakaryaSemua macam bahan dasar untuk memproduksi kerajinan yang telah disebutkan di atas, dapat digunakan sebagai kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai. Dalam mengolah bahan dasar kerajinan fungsi hias diperlukan sebuah teknik yang sesuai dengan karakteristik bahan dasar yang digunakan dan tujuan dari pembuatan produk kerajinan. Tentunya banyak teknik yang digunakan untuk bekerja dalam membuat kerajinan fungsi hias ataupun fungsi pakai. Masing-masing teknik memiliki kekhasan sesuai dengan karakteristik bahan dasar yang digunakan. Teknik pengerjaan sebuah kerajinan pun dipengaruhi oleh alat yang dipakainya. Sebuah alat dapat mempercepat dan mempermudah produksi kerajinan. Peralatan yang digunakan juga bergantung pada kebutuhan penggunaan teknik tersebut. Teknik yang digunakan di antaranya adalah teknik jahit untuk tekstil menggunakan alat mesin jahit, teknik ukir untuk kayu menggunakan alat pahat, teknik rajut untuk serat menggunakan alat hakpen, teknik sulam untuk serat dan pita menggunakan jarum, dan lain-lain. Namun ada teknik yang tidak menggunakan alat melainkan cukup hanya menggunakan tangan saja contohnya; teknik lipat untuk origami dan bawah ini diperlihatkan berbagai alat untuk berbagai teknik yang digunakan dalam berkarya untuk Alat tenun ATBM Alat Bukan Mesin untuk tenik tenun pada seratSumber Dokumen KemdikbudGambar Contoh Alat yang digunakan untukmembuat VII SMP/MTsSemester ISelain itu, masih banyak lagi yang dapat dipelajari sendiri sesuai dengan kekhasan masing-masing daerah. Oleh sebab itu, kita harus mengenal berbagai teknik dan alat yang digunakan sesuai dengan bahan dasar yang Keterampilan TanganDalam sejarahnya, istilah ketukangan’ keahlian tukang atau pengrajin, dahulunya merupakan proses kerja para tukang berkembang menjadi kekriyaan’ craftmanship. Pada awalnya, pekerjaan yang dilakukan dengan tubuh dan tangan tanpa dibekali ilmu desain. Ini semakin lama semakin berkembang menjadi kerja yang bersifat canggih, bahkan dapat melebihi seorang seniman atau desainer. Ketukangan atau pengrajin tidak terbatas pada keterampilan kerja tangan. Meskipun demikian, kita tetap melihat bahwa keahlian tukang atau pengrajin merupakan keterampilan campuran antara berbagai jenis kerja tetapi tetap dengan dasar kesadaran material, material consciousness adalah kesadaran bekerja melalui dan dengan peralatan yang ada pada kita. Dengan kata lain, kesadaran seorang pengrajin untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas disertai kepekaan terhadap apa yang terpaut dengan perkakas itu. Artinya kepekaan terhadap tenaga manusia, bahan, alat, lingkungan alam, lingkungan sosial, dan yang bekerja membuat produk-produk kerajinan umumnya disebut pengrajin. Pengrajin yang telah disebutkan di atas adalah seorang profesional yang bekerja secara konsisten berkualitas tinggi dalam menciptakan sebuah produk. Dalam hal ini sangat dibutuhkan keterampilan tangan dalam mengerjakan pekerjaan manual yang bersifat praktik, seperti halnya seorang mekanik. Teknologi hanya digunakan sebagai pendekatan yang membuat kerja lebih efisien, misalnya dengan alat-alat bantu kerja. Namun, tidak semata-mata semua pekerjaan kerajinan tekstil dapat dikerjakan dengan bantuan alat, meskipun dengan maksud agar dihasilkan produk kerajinan dengan jumlah banyak. Misalnya, batik tulis yang sepenuhnya dikerjakan secara pengrajin dalam membuat produk kerajinan pada umumnya memiliki satu konsep karya yang dapat diproduksi lebih dari satu produk. Banyaknya produk yang dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Penggarapan produk tersebut dapat dikerjakan oleh beberapa orang atau beberapa tenaga kerja. Sebagai contoh dalam memproduksiPrakarya PrakaryaMencanting merupakan unsur keterampilan Menenun merupakan unsur keterampilan dalam membuat tapestri. Sumber Dokumen KemdikbudGambar Beberapa keterampilan Unsur EstetikKegiatan membuat kerajinan berawal dari dorongan kebutuhan manusia untuk membuat alat atau barang yang diperlukan dalam kehidupan sehari- hari. Kerajinan sebagai karya fungsional tidak cukup hanya memenuhi aspek fungsi saja melainkan memerlukan sentuhan keindahan untuk meningkatkan kualitas dan nilai estetik dalam karya kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias dan komposisi. Dari segi bentuk disuguhkan keberanekaragam bentuk sesuai fungsi yaitu sebagai produk hiasan, baik bentuk dua atau tiga dimensi. Produk kerajinan tapestri dibentuk berdasarkan pada proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan, irama, serta pusat perhatian, sehingga dihasilkan produk kerajinan yang harmonis. Fungsi warna sebagai penunjang keindahan dan juga sebagai perlambangan. Adanya unsur estetik pada karya kerajinan dapat meningkatkan citra produk kerajinan VII SMP/MTsSemester IProduk 3 dimensi Produk 2 dimensiSumber Dokumen KemdikbudGambar Beberapa produk berdasarkan Unsur Hiasan OrnamentUnsur hiasan ornament adalah unsur dekorasi yang dibuat dengan berbagai cara di antaranya, dilukis, diukir, dan dicetak. Ada dua jenis cara penerapan unsur hiasan pada produk kerajinan, a hiasan pada permukaan produk, yaitu hiasan yang dibuat setelah produk kerajinan selesai dibuat, b hiasan terstruktur yaitu pembuatan hiasan dibentuk sejak awal kerajinan dibuat sehingga menyatu dengan produk itu hias merupakan identitas suatu daerah yang memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda dari daerah satu dengan lainnya. Ragam hias daerah diaplikasikan pada bermacam-macam benda, seperti, kain, ukiran pada rumah dan perabotan rumah tangga, senjata tradisional, alat musik tradisional, busana daerah, serta asesoris, dan hiasan yang terdapat pada ragam hias setiap produk kerajinan tekstil memiliki nilai tradisi yang begitu kental. Inilah yang memperkarya khazanah kerajinan Indonesia sejak dahulu hingga sekarang. Kerajinan Indonesia memiliki ciri khas yang tidak dapat disamakan dengan negara- negara hias memiliki makna simbolik, sehingga pengrajin perlu memahami tujuan dari pembuatan produk kerajinan dan memaknai ragam hias yang terkandung pada produk kerajinan tersebut. Namun ragam hias dapat dimodifikasi menjadi berbagai bentuk pengembangan atau penyederhanaan. Hal ini dilakukan untuk memperkaya produk sebagai bagian dari kerajinan hias yang ditampilkan pada sebuah produk kerajinan tekstil bertujuan untuk keindahan dan keunikan. Oleh karena itu produk kerajinan fungsi hias maupun fungsi pakai sama-sama membutuhkan unsur hiasanPrakarya PrakaryaRagam hias permukaan pada kain batik hias permukaan Ragam hias struktur pada kain teknik rajut.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Ragam hias Indonesia, unsur hiasan permukaan dan VII SMP/MTsSemester ILembar Kerja 3 LK-3 Tugas 5Nama Anggota Kelompok .................................. KelasMenganalisis Ragam Hias Pada Produk KerajinanMengobservasiTekstilRagam HiasJenisGambar Ragam Nama1. Carilah motif Hias Ragamragam hiasTerstrukturpada produk kerajinan tekstil!2. Gambarlah ragam hias dan berilah warna!3. Tuliskan nama ragam hias dan terdapat pada produk apa serta jenis hiasan permukaan atau terstruktur dari masing-masing ragam hias tersebut!Ungkapan perasaan ............................................. .................................................................................. ..................................................................................lihat LK-3 ..................................................................................B. Jenis dan Karakteristik Kerajinan TekstilJenis rancangan sebuah kerajinan tekstil dapat diwujudkan dalam kesatuan bahan dan teknik. Sebelum menentukan sebuah kerajinan kita harus mengetahui jenis dan krakteristik dari kerajinan tekstil. Rancangan dalam pembuatan kerajinan tekstil juga perlu diperhatikan yaitu berupa cara menentukan susunan dari garis, bentuk, warna, dan mendapatkan suatu produk kerajinan tekstil yang baik memerlukan sebuah perencanaan yang di dalamnya terdapat kesatuan antara bahan yang digunakan dengan fungsi serta jenis benda yang dibuat, kerumitan dalam pengerjaannya yaitu perpaduan yang seimbang, berlawanan, atau saling bertentangan yang menghasilkan nilai estetis pada benda bawah ini terdapat dua macam teknik dalam pembuatan kerajinan tekstil, yaitu structural dan Structural TechnicStructural adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur dari suatu kerajinan tekstil yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik pembuatannya. Misalnya tas yang dibuat dengan teknik rajut.Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Tas dibentuk dariteknik rajutan. Structural Technicb. Decorative TechnicDecorative garnitur adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual dan memperindah penampilan. Misalnya tas kain katun yang dijahit, lalu diberi hiasan dengan sulam pita.Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Tas katun diberi hiasan permukaandengan sulam pita. DecorativeTechnicKelas VII SMP/MTsSemester IPembuatan produk kerajinan tekstil yang dilakukan tengan kedua teknik ini memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. Karakteristik Structural Technic memiliki kecenderungan lebih klasik, unik, rumit dan detail. Karena bentuk kerajinan tekstil yang dibuat dibentuk langsung saat membuat. Sedangkan Decorative Technic memiliki kecenderungan hanya menghias permukaan sebuah benda. Meskipun demikian, Decorative Technic memiliki unsur kekutan memperindah sebuah benda menjadi lebih menarik dan anggun dibanding sebelumnya. Oleh karena itu, setelah memahami teknik, pengrajin kerajinan tekstil harus membuat rancangan produk, menyiapkan bahan dan alat serta langkah kerja pembuatan produk kerajinan tekstil sesuai Proses Produksi Kerajinan TekstilPada semester pertama ini, kita akan mempelajari produk kerajinan tekstil yang memiliki fungsi hias dan pakai, baik yang dilakukan dengan cara menghias permukaan kain ataupun tekstil sebagai fungsi hias dibuat dengan tujuan sebagai Untuk memenuhi kebutuhan. Pengrajin telah mempertimbangkan tujuan dari pembuatan produk kerajinan tekstil fungsi hias yaitu untuk penghias. Sementara produk kerajinan tekstil fungsi pakai digunakan sesuai kebutuhan. Contoh hiasan dinding, fesyen, aksesoris, dan elemen estetis Hiasan berbentuk cup lampub. Elemen estetis interior/ eksterior sebagai bantal kursi.Sumber Dokumen KemdikbudGambar a Aneka tujuan bpembuatan produk Kerajinan tekstil hasil pengembangan Kerajinan tekstil dengan fungsi hias dapat pula dibuat dengan memodifikasi bahan dan teknik. Para pengrajin terkadang membuat inovasi pada produk kerajinan mereka yang dinilai telah usang atau membosankan. Salah satu cara yang dilakukan dengan menambahkan hiasan pada sebagian karya agar terlihat lebih unik dan menarik. Misalnya dengan memadupadankan bahan dasar yang berbeda tekstur atau teknik pembuatannya, namun pada akhirnya menjadi satu kesatuan produk. Cara seperti ini dinilai berhasil untuk dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk yang batik pada kain, dipotong-potong kainnya, disusun kembali batik-batik dengan motif danwarna yang beragam menjadi hiasan lukisan batik yang menarik.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Produk kerajinan fungsi hias TapestriPara ahli antropologi menyatakan bahwa kegiatan menenun sudah ada sejak 500 SM, terutama di daerah Mesopotamia dan Mesir. Selanjutnya menyebar ke Eropa dan Asia, terutama India, Turki, dan China. Oleh sebab itu, wilayah itu sejak dahulu telah dikenal sebagai penghasil permadani yang mendunia, baik dikerjakan dengan manual keterampilan tangan maupun dengan kita menjelajah Indonesia, terungkap banyak kekayaan tenun menenun, dengan aneka ragam teknik dan prosesnya, serta ragam hiasnya yang beraneka yang menggunakan alat tenun sepertiKelas VII SMP/MTsSemester I Semester IMenenun bagi orang Indonesia merupakan suatu perwujudan upacara yang dimulai dari tahapan kerja yang jelas, tata tertib yang harus dipatuhi, dan menjelma menjadi suatu kebiasaan. Adat istiadat, agama, dan lingkungan telah mempengaruhi para penenun dalam mengungkapkan jiwa pada selebar kain hasil tenunan mereka. Demikian pula pada pembuatan hiasan tenun serat. Dari proses tersebut terciptalah hiasan tenun serat yang indah, menawan, dan memiliki harmonisasi dari warna dan tekstur.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Aneka hiasan tapestri dengan teknik tenun Bahan Pembuatan Hiasan Tapestri Bahan yang digunakan untuk membuat hiasan tapestri sebagai berikut.» Benang tipis untuk lungsiSumber Dokumen Kemdikbud Gambar Benang katunatau nyilon Benang tebal untuk pakan Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Benangkatun atau nyilon Alat Pembuat Hiasan Tapestri Alat yang digunakan dalam pembuatan hiasan tapestri sebagai berikut.» Kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsiSumber Dokumen Kemdikbud Gambar Alat pembuatantenun serat.» Batang kayuSumber Dokumen Kemdikbud Gambar Batang kayu/ batang kayu menyerupai sumpit sebagai pengikat benang pakan yang berjalan. Dalam tenun atau anyam memiliki dua susunan benang yaitu benang lungsi yang dirakit sebagai dasar bidang tenunan atau anyaman, dan pakan sebagai pembuat warna atau motif VII SMP/MTsSemester I Semester IPembuatan lungsi padaMengganti warna pakan pemidangan tenunMemasukkan benangpakan pada motif yang ingin menggunakanHiasan tenun serat hasilHiasan tenun seratteknik ria, caranyajadi setelah dilepas daribentuk Dokumen KemdikbudGambar Proses pembuatan Hiasan Tenun keterangan di atas mengenai jenis-jenis hiasan tenun serat, apakah kamu telah memahami berbagai cara yang dapat dilakukan dalam membuat produk kerajinan dengan teknik tenun tersebut? Untuk lebih meningkatkan pemahamanmu, lakukanlah pengamatan pada produk kerajinan jahit aplikasi dan kerjakanlah LK-4 di bawah Kerja 4 LK-4Tugas 6Nama Anggota Kelompok .................................. KelasMengobservasiMendeskripsikan Jenis-Jenis Hiasan Tenun Serat& WawancaraDeskripsi Gambar Produk TeknikBahan1. Carilah produk Pengerjaan jenis-jenis hiasantenun serat! 2. Gambarlah produknya atau tempelkan foto Identifikasi jenis bahan yang digunakan, deskripsi produk dan teknik pengerjaannya.lihat LK-4 Ungkapan perasaan ............................................ ................................................................................. .................................................................................2. BatikSejak masa lalu Indonesia telah menggunakan produk batik sebagai alat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mulai dari pakaian hingga kebutuhan ritual budaya. Dalam sejarahnya, secara magis pemilihan teknik rintang warna resist dyeing pada batik ditujukan untuk mengundang keterlibatan roh pelindung guna menolak pengaruh roh jahat. Para ahli meneliti berdasarkan lukisan-lukisan yang ada pada dinding goa-goa di Indonesia. Kegiatan merintang warna ini sudah dilakukan oleh manusia purba. Gambar yang paling sering muncul adalah gambar tapak tangan yang dibubuhi pigmen merah. Jadi, dapat digambarkan bahwa teknik perintangan warna pada pembuatan kain batik ini dipengaruhi oleh konsep VII SMP/MTsSemester ISumber Dokumen KemdikbudGambar Jejak telapak tangan digua Leang-leang, Sulawesi SelatanDari teknik perintang warna tersebut, sejak dahulu pula masyarakat Indonesia telah mengenal kain jumputan atau ikat pelangi atau sasirangan atau ikat celup tie dye. Dalam perkembangannya batik menjadi kegiatan berkarya dengan teknik yang sama yaitu merintang kain. Teknik membatik merupakan media yang dapat mempresentasikan bentuk yang lebih lentur, rinci, rajin, tapi juga mudah. Teknik batik tepat untuk mempresentasikan bentuk-bentuk flora, fauna, serta sifat-sifat bentuk rumit lainnya.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Aneka kain rintang batik terdapat ragam hias yang beraneka rupa. Ragam hias batik merupakan ekspresi yang menyatakan keadaan diri dan lingkungan penciptanya. Ragam hias diciptakan atas dasar imajinasi perorangan ataupun kelompok. Hampir secara keseluruhan, ragam hias batik dapat menceritakan tujuan atau harapan perorangan atau kelompok tadi. Apabila ragam hias yang diciptakan dipakai berulang-ulang dan terus-menerus maka akan menjadi sebuah kebiasan yang lama kelamaan pula akan terbentuk tradisi dari sekelompok masyarakat perkembangannya, ragam hias batik sangat dipengaruhi oleh budaya luar sehingga dihasilkan corak batik yang beraneka ragam. Berdasarkan wilayah penyebaran motif pada kain batik dan dilihat juga dari periode perkembangan batik di Indonesia, batik dapat dibagi menjadi dua, yaitu batik pedalaman atau sering disebut dengan klasik dan batik pesisir. Kedua istilah batik ini tidak hanya berlaku pada masa dahulu, tetap berlangsung hingga saat ini. Pembeda kedua istilah batik ini terdapat pada cara pembuatannya dan motif atau corak yang ada pada kain batik tersebut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian 7Membedakan Teknik Merintang Warna Amatilah gambar ! Mana jumputan? Mana batik? Apa kesan yang kamu dapatkan? Ungkapkan pendapatmu, sampaikan dalam pembelajaran!a. Batik Pedalaman Klasik Batik pedalaman adalah pengkategorian batik yang berkembang di masa lalu. Dahulu pembatik-pembatik hanya ditemui di daerah pedalaman. Selain itu, juga tidak sembarang orang dapat melakukan proses pembatikan, sehingga jarang dijumpai di lingkungan masyarakat masa kejayaan kerajaan di Indonesia seperti Majapahit, kain batik hanya ditemui di kalangan raja-raja saja dan hanya petinggi kraton yang boleh mengenakan kain batik. Oleh karena itu pembatik hanya dapat dijumpai di lingkungan keraton. Batik keraton adalah batik yang tumbuh dan berkembang di atas dasar-dasar filsafat kebudayaan Jawa yang mengacu pada nilai-nilai spiritual. Batik tersebut terdapat harmonisasi antara alam semesta yang tertib, serasi, dan pembatik keraton membuat batik dengan cara yang tidak biasa, yaitu menggunakan banyak proses dan ritual pembatikan. Para pembatik kraton ibarat ibadah, suatu seni tinggi yang patuh pada aturan serta arahan arsitokrat Jawa. Istilah-istilah batik pun mulai dikenal sejak jaman ini dan hampir semuanya menggunakan istilah dalam bahasa Jawa. Ragam hias yang diciptakan pun bernuansa kontemplatif, tertib, simetris, bertata warna terbatas seperti hitam, biruKelas VII SMP/MTsSemester I Semester Ib. Batik Pesisir Batik pesisir adalah batik yang berkembang di masyarakat yang tinggal di luar benteng keraton, sebagai akibat dari pengaruh budaya daerah di luar Pulau Jawa. Selain itu, adanya pengaruh budaya asing seperti Cina dan India, termasuk agama Hindu dan Budha, hal ini menyebabkan batik tumbuh dengan berbagai corak yang beraneka ragam. Para pembatik daerah pesisir merupakan rakyat jelata yang membatik sebagai pekerjaan sambilan pengisi waktu luang yang sangat bebas aturan, tanpa patokan teknis. Oleh sebab itu, ragam hias yang diciptakan cenderung bebas, spontan, dan kasar dibandingkan dengan batik pembatik pesisir lebih menyukai cara-cara yang dapat mengeksplorasi batik seluas-luasnya sehingga banyak ditemui warna- warna yang tidak pernah dijumpai pada batik pedalaman/klasik. Warna-warna yang digunakan mengikuti selera masyarakat luas yang bersifat dinamis, seperti merah, biru, hijau, kuning, bahkan ada pula yang oranye, ungu, dan warna-warna muda hias pada karya batik Indonesia sangat banyak. Tentunya masing-masing motif memiliki makna sesuai dengan budaya masing- masing daerah. Di bawah ini ditampilkan beberapa motif dengan makna simboliknya.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Pedalaman, motif Truntum, Jawa trumtum, merupakan lambang cinta kasih yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang tumaruntum. Motif bunga dan tumbuhan memiliki makna untuk selalu menjaga kelestarian alam.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Batik Pesisir, Kerja 5 LK-5Tugas 8Nama Anggota Kelompok .................................. KelasMengobservasiMenginterpretasi Batik Pedalaman dan BatikMotif SimbolisRagam Makna 1. Carilah motifNama motifDeskripsiHias Simbolis ragam hias batikGambar Motif& JenisBatikpedalaman dan batik Gambarlah motifnya dan berilah warna yang sesuai dengan motif Tuliskan makna simbolik dari masing-masing perasaan ............................................lihat LK-4Kelas VII SMP/MTsSemester I Semester IBahan utama yang digunakan dalam membatik adalah kain katun putih, malam, dan zat pewarna sintetis atau Kain putih Kain katun putih yang biasa digunakan adalah kain primissima, kain prima, kain merses, kain sutra, dan katun doby. Kain katun lebih mudah menyerap zat warna dengan baik dibanding jenis poliester. Di bawah ini beberapa contoh kain PrimissimaKatun SutraSumber Dokumen KemdikbudGambar Aneka kain putih katun untuk Malam/Lilin Lilin yang biasa disebut malam ialah bahan yang dipergunakan untuk membatik. Sebelum digunakan, lillin atau malam harus dicairkan terlebih dahulu dengan cara dipanaskan di atas kompor. Malam yang dipergunakan untuk membatik berbeda dengan malam atau lilin biasa. Malam untuk membatik bersifat cepat menyerap, pada kain tidak mudah copot saat pencelupan, tetapi dapat dengan mudah lepas ketika proses pelorotan Lilin malam dalam proses pembuatan batik tulis berfungsi untuk merintang warna agar tidak masuk ke dalam serat kain di bagian yang tidak dikehendaki. Bagian yang akan diwarnai dibiarkan tidak ditutupi nyungging Malam nempok atauteknik pecahSumber Dokumen KemdikbudGambar Aneka kain putih katun untuk Zat Pewarna Batik Pewarna batik terdapat dua jenis yaitu pewarna sintetis dan pewarna alami. Pewarna sintetis berbentuk bubuk, penggunaannya harus dilarutkan air terlebih dahulu. Pewarna sintetis untuk batik terdiri dari napthol, indigosol, reaktif, dan frozen. Sedangkan pewarna alami berbentuk padat yang direbus dalam beberapa jam, hingga menghasilkan ekstrak zat warna alamnya. Pewarna alami di antaranya kayu secang, kulit manggis, daun indigo, dan sintetis, reaktif Pewarna alam, kulit manggis dan kayu secangSumber Dokumen KemdikbudGambar Aneka zat pewarna Alat Produksi BatikPeralatan batik terdiri dari berbagai macam, namun yang utama adalah kompor, wajan, dan Canting Canting adalah alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan. Canting terdiri dari canting tulis dan canting cap. Canting berfungsi semacam pena, yang diisi lilin malam cair sebagai tintanya.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Bagian-bagian canting VII SMP/MTsSemester ICanting tulis terdiri dari beberapa cecek lubang, ada yang terdiri dari satu dengan berbagai ukuran kecil, sedang dan besar. Selain itu, ada yang memiliki cucuk 2 dan cucuk 3. Bahkan, perkembangan teknologi telah menggerakkan generasi muda untuk menciptakan canting yang dapat dikendalikan dengan listrik. Canting jenis ini tidak membutuhkan kompor untuk memanaskan malam. Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Canting cap adalah alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk sesuai dengan gambar atau motif yang dikehendaki. Motif pada cap cenderung pengulangan. Cap digunakan dengan maksud mengejar harga jual yang lebih murah dan waktu produksi yang lebih cepat. Membatik dengan cap harus dialasi dengan bahan berlapis-lapis yang berisi karung, spon, kain, dan plastik. Spon digunakan untuk menampung air, agar alas dalam keadan lembab, untuk mempercepat kekeringan malam saat dicap ke atas kain. Selain itu dibutuhkan wajan malam tersendiri yang berukuran bulat dan lebar, yang dapat menampung alat cap yang cap motif tengahMeja dan wajan krengseng serta kompor untuk canting capSumber Dokumen KemdikbudCanting cap motif pinggir Gambar Peralatan Kompor Kompor adalah alat untuk membuat api untuk memanaskan lilin malam. Kompor yang biasa digunakan adalah kompor dengan bahan bakar minyak. Namun sekarang ini juga telah banyak digunakan kompor jenis listrik dan gas mengingat bahan bakar minyak tanah semakin sulit dicari. Wajan ialah perkakas yang digunakan untuk mencairkan malam. Wajan dibuat dari logam baja, atau tanah liat. Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa menggunakan alat minyak dan wajannya Kompor elektrik dan wajannyaSumber Dokumen KemdikbudGambar Aneka kompor untuk alat lain yang digunakan dalam membatik di antaranya dingklik; kursi pendek, pemidangan atau gawangan untuk membentangkan kain, bandul timah untuk pemberat kain, pola batik, ember, panci, dan wadah penampung limbah VII SMP/MTsSemester IPola batikEmberPanciWadah penampunglimbah malamSumber Dokumen KemdikbudGambar Aneka peralatan untuk membatik yang Proses Pembuatan BatikDalam proses pembuatan batik dikenal ada tiga teknik, yaitu teknik cap, teknik tulis, serta teknik campuran cap dan tulis. Batik dengan teknik cap diperuntukkan dalam pembuatan batik dengan bentuk pengulangan motif. Motif yang dibuat diperhitungkan dengan ilmu ukur sehingga hasilnya akan sesuai dengan keinginan. Batik cap tidak memerlukan pola di atas kertas. Dengan menggunakan cap, pengrajin sudah mengetahui secara pasti pola yang akan dihasilkan.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Teknik cap pada proses pembuatan tulis dikerjakan dengan menggunakan canting dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain. Bentuk gambar pada batik tulis nampak lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap. Meskipun demikian, batik tulis dapat pula dibuat mengulang bentuk. Oleh sebab itu, diperlukan pola yang dibuat pada kertas pola dengan ukuran sebesar kain. Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain. Gambar tampak lebih rata tembus bolak-balik, terutama batik tulis yang halus. SementaraPrakarya PrakaryaProses pembuatan batik tulis terdiri dari berbagai versi sesuai kebiasaan dan kebutuhan pengrajin di masing-masing daerah. Istilah yang digunakan dalam pembatikan biasanya menggunakan istilah dalam bahasa Jawa. Proses pembatikan dapat diuraikan sebagai Nganji Pemberian kanji setelah kain dicuci. Kegiatan pemberian kanji dapat dilakukan sesuai keinginan dan Ngemplong Penghalusan permukaan kain dengan cara dipukul-pukul menggunakan alat pemukul dari kayu agar kain tidak kaku dan mudah menyerap malam dan Nyungging Membuat pola di atas Nuaplak Menjiplak pola dari kertas ke Nglowong Memberi lilin/malam pada kain sesuai Ngiseni Memberi isian motif ke dalam pola Nembok Penutupan pada bagian-bagian tertentu dengan malam agar tetap berwarna putih saat Nyolet Memberi warna dengan kuas atau kayu dengan ujung Nyelup Memberi warna pada kain dengan Mopok Memberi isian pada latar belakang Nglorod Membuang lilin/malam yang sudah tidak diperlukan lagi agar motif batik Nanahi Memberi isian dengan malam pada latar belakang Selanjutnya dapat dilakukan pencelupan warna terakhir dan VII SMP/MTsSemester IHasil NyunggingHasil NuaplakHasil NglowongHasil NgiseniHasil NembokHasil NyoletHasil NyelupHasil MopokHasil NglorodHasil Nanahi Batik hasil akhirSumber Dokumen KemdikbudGambar Hasil akhir membatikteknik campuran pewarna sintetisNapthol IndigosolZat warna napthol 3-4 gr/liter 2-3 gr/liter TRO Turkey Red Oil 6-8 gr/literZat warna Indigosol 3-5 gr/liter Garam diazo 6-8 gr/literNaNO2 10-20 cc/liter NaOH soda api 6-8 gr/literHCl3. SulamKegiatan menyulam sudah sejak lama dikenal dalam kehidupan manusia. Bahkan, usia sulaman bisa dikatakan sama dengan ditemukannya pakaian yaitu sejak ribuan tahun silam. Masyarakat di berbagai negara juga telah mengenal sulam ini dengan baik. Bukti-bukti sejarah telah menunjukkan bahwa orang–orang Mesir Purba, Babylon, Phoenicia, dan Yahudi telah lama mengaplikasi sulaman untuk menghias jubah biasa disebut juga dengan bordir, adalah hiasan yang dibuat di permukaan kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Dahulu, sulam lebih banyak menggunakan bahan dasar benang katun. Saat ini sulam telah dikembangkan dengan pita dan benang nylon yang tebal dan kaku. Kain dan benang yang dipakai untuk sulaman berbeda- beda menurut tempat dan negara. Sejak ribuan tahun yang lalu, kain atau benang dari wol, linen, dan sutra sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang dari wol, linen, dan sutra, sulaman modern menggunakan benang sulam dari katun atau umumnya sulaman dengan benang menggunakan beberapa jenis tusuk dasar seperti tusuk, jelujur, tikam jejak, silang, flanel, feston, rantai,melekat benang, batang, dan sebagainya. Coba perhatikan pada gambar di bawah VII SMP/MTsSemester ITusuk jelujur Tusuk tikam jejakTusuk silang Tusuk flanelTusuk festonTusuk rantai Tusuk melekat benangTusuk batangSumber Dokumen KemdikbudGambar Jenis-jenis tusuk akhir sulaman dapat dibedakan menjadi berikut Sulam datar, hasil sulaman rata dengan permukaan Sulam terawang kerawang, hasil sulaman berlubang-lubang seperti Sulam timbul, hasil sulaman membentuk tekstur di permukaan kain sesuai motif yang masyarakat Melayu, khususnya masyarakat Sumatera Barat, sulaman telah mempengaruhi kehidupan masyarakat kaum perempuan. Perempuan Minang diharuskan memiliki keterampilan menyulam sejak anak-anak sebagai bekal keterampilan di masa datang. Meskipun dikerjakan dengan teknik yang tidak mudah, para perempuan tersebut tidak merasa menjadi beban. Oleh karena itu, di daerah ini banyak berkembang aneka jenis sulaman dengan nama dan gaya pembuatan yang unik dan khas. Beberapa jenis sulaman yang berkembang kini sebagai Sulam kepala peniti Sulam kepala peniti merupakan sulaman dengan tekstur menyerupai kepala jarum pentul yang berukuran kecil. DI Sumatra Barat, jarum pentul tanpa kepala warna tersebut dinamai Dokumen KemdikbudGambar Sulam kepala peniti pada kerajinan Sulam bayang Sulam bayang merupakan jenis sulaman dengan teknik penempatan kain yang bertindih, kain warna diletakkan pada bagian dalam/bawah kain dasar sedangkan sulaman dilakukan pada bagian ataskain dasar.Sumber Dokumen Gambar Sulam Sulam renda bangku Sulam renda bangku merupakan jenis sulam yang memiliki fungsi sebagai renda baju atau taplak dan lainnya. Di buat diatas bangku kecil berukuran bulat, maka disebutlah sulaman renda bangku. Benang yang digunakan cenderung halus dan kecil.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Sulam renda VII SMP/MTsSemester I Semester ISumber Dokumen KemdikbudGambar Sulam rajut sulam yang masih dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Sumatra Barat adalah jenis sulam kepala peniti, sulam bayang, dan sulam renda bangku. Sedangkan sulam rajut, merenda, dan sulam pita banyak dilakukan orang di beberapa daerah lain, termasuk masyarakat Jakarta. Para perempuan masa kini sudah mulai merasakan manfaat dari membuat sulaman yaitu kegiatan pengisi waktu luang dan penghilang stres dari rutinitas pekerjaan sehari-hari. Namun tidak hanya sekedar itu saja, kebanyakan orang menyulam karena kecintaannya terhadap kegiatan tersebut. Jika tidak merasakan senang belum tentu pekerjaan dapat selesai dengan Jahit AplikasiMenjahit adalah sebuah kegiatan menyambungkan dua buah kain dengan menggunakan benang dan jarum. Menjahit selalu dikatakan identik dengan pekerjaan perempuan. Padahal menjahit banyak juga diminati oleh kaum pria, karena menjahit merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Bahkan dapat menjadi mata pencaharian. Seperti halnya pekerjaan lain, misalnya polisi, tidak hanya ditekuni kaum pria, namun juga wanita. Penjahit biasanya disebut dengan tailor, meskipun menggunakan bahasa asing, namun istilah tailor ini sudah menjadi familiar di masyarakat kita. Lihat saja di sekeliling kita, kebanyakan tailor-tailor berasal dari kaum pria bukan?Jahit aplikasi merupakan bagian dari teknik menjahit. Jahit aplikasi adalah tehnik menghias permukaan kain dengan cara menempelkan guntingan kain pada kain yang berbeda warna dengan dasar kain, selanjutnya diselesaikan dengan jahit tangan teknik sulam yang menggunakanPrakarya PrakaryaPada mulanya masyarakat kita mengenal teknik aplikasi dari bangsa Cina. Negara-negara seperti Korea, Jepang, Malaysia, juga menyukai produk jahit aplikasi. Dahulu hiasan yang menjadi aplikasi pada kain sudah diproduksi secara masal dan sangat populer. Dengan adanya variasi bentuk motif aplikasi yang dijual di pasaran, memudahkan masyarakat kita untuk menempelkannya pada benda yang diinginkan. Bentuk-bentuk yang biasa dibuat terbatas pada bentuk yang cenderung disukai banyak wanita, seperti bunga, boneka, buah, tokoh kartun, alat transportasi yang dibuat jenaka,dan lain-lain. Cara menjahitnya pun masih sederhana, yaitu hanya dengan ditindih menggunakan mesin jahit pada bagian pinggir motif atau dapat pula menggunakan jarum tangan dengan dijahit tikam jejak atau perkembangannya masyarakat kita semakin kreatif. Dengan menggunakan limbah perca, ternyata kita dapat membuat bentuk motif dengan berbagai model. Jenis jahitan yang digunakan juga bervariasi ada yang menggunakan sulam tepi ada pula yang menggunakan tusuk feston. Selanjutnya dikenalah jenis jahit aplikasi yang merupakan khas Indonesia yaitu menggunakan tusuk feston. Pengerjaannya pun masih manual yaitu menggunakan jarum tangan. Tentunya prosesnya memakan waktu yang tidak sebentar, namun jahit aplikasi cukup diminati masyarakat sebagai alternatif karya yang menghiasi sebuah benda. Adapun jenis-jenis jahit aplikasi terdiri daria. Jahit aplikasi standart onlay Jahit aplikasi standard onlay adalah teknik membuat benda kerajinan tekstil yang dikerjakan dengan cara membuat gambar pada kain,kemudian digunting dan ditempel pada lembaran kain kemudian diselesaikan dengan teknik sulam. Fungsi jahit aplikasi adalah untuk menghias permukaan kain.Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Contoh jahit aplikasistandart onlay.Kelas VII SMP/MTsSemester I Semester ISumber Dokumen KemdikbudGambar Contoh jahit aplikasi sisip inlay.c. Jahit aplikasi pada potong motif Jahit aplikasi potong motif adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara memotong motif yang ada pada kain, kemudian ditempel pada permukaan kain. Teknik penyelesaiannya sama dengan jahit aplikasi yang lain.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Contoh jahit aplikasipotong Jahit aplikasi pada lipat potong Jahit aplikasi lipat potong adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan tangan atau mesin. Caranya melipat lembaran kain kemudian dipotong sesuai dengan rencana sehingga hasilnyaPrakarya PrakaryaSumber Dokumen KemdikbudGambar Contoh jahit aplikasi lipat Jahit aplikasi pengisian Jahit aplikasi dengan pengisian adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan secara manual atau mesin. Caranya sama seperti pada jahit tindas, bedanya pada penambahan potongan kain yang berbeda warna. Pengisi susulan dapat juga ditambahkan dengan penambahan renda dan pita penyelesaian sama dengan teknik aplikasi yang lain.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Contoh jahit aplikasi VII SMP/MTsSemester IDengan merujuk keterangan di atas mengenai jenis-jenis jahit aplikasi, apakah kamu telah memahami berbagai cara yang dapat dilakukan dalam membuat produk kerajinan dengan teknik jahit aplikasi tersebut? Di bawah ini dipaparkan mengenai alat, bahan, dan proses pembuatan jahit Alat Produksi Jahit AplikasiDalam pembuatan jahit aplikasi, alat yang dibutuhkan hampir sama dengan jahit pada umumnya. Alat tersebut di antaranya adalah jarum jahit tangan, gunting, jarum pentul, bantalan jarum, tudung jari, alat pemasuk benang, pemidangan, pensil/kapur jahit, cukil/pendedel, dan Jarum jahit tangan dan jarum sulam Jarum sulam berfungsi untuk membuat berbagai macam tusuk hias yang dikerjakan dengan tangan. Besar kecilnya jarum tergantung pada benang yang digunakan untuk menyulam. Jika menyulam menggunakan benang halus, maka jarum yang digunakan adalah jarum yang kecil, jika menggunakan benang yang besar maka jarum yang digunakan adalah jarum yang berukuran lubang besar.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Beberapa contoh jarum jahit Gunting Gunting yang dibutuhkan untuk membuat sulam meliputi gunting kain, gunting kertas, Gunting benang, dan gunting bordir/ Dokumen KemdikbudGambar Beberapa jenis Jarum pentul dan bantalan jarum Jarum pentul digunakan untuk membantu menggabungkan kain satu dengan lainnya agar tidak bergeser dari tempatnya. Bantalan jarum untuk memudahkan kita dalam menempatkan jarum agar rapi dan tidak berserakan.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Jarum pentul dan bantalan Tudung jari dan alat pemasuk benang Tudung jari digunakan untuk melindungi jari dari tertusuk jarum. Alat pemasuk benang atau biasa disebut sayang nenek berfungsi untuk membantu memasukkan benang pada lubang jarum.Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Tudung jaridan pemasuk VII SMP/MTsSemester I5 Pemidangan Midangan digunakan untukmeregangkan kain, agar permukaan kain menjadi rata dan licin, sehingga memudahkan pada saat menyulam.Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Pensil/kapur jahit Pensil atau kapur jahit dibutuhkan untuk menggambar pola-pola yang akan dijadikan aplikasi pada kertas dan kain.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Pensil atau kapur Cukil/pendedel jahitan Cukil/pendedel diguankan untuk membongkar jahitan yang salah.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Cukil/pendedel SeterikaSeterika digunakan untuk menghaluskan pola-pla aplikasi agar lebih mudah dijahit.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Bahan Produksi Jahit AplikasiBahan yang biasa digunakan dalam menjahit aplikasi terdiri dari; benang jahit atau sulam, kain bermotif atau polos, dapat pula digunakan kain perca. Saat ini sedang menjamur penggunaan kain felt atau flanel yang memiliki ratusan ragam warna sebagai bahan Benang jahit atau benang sulam Benang jahit atau sulam yang digunakan banyak warnanya. Kita dapat memilih penggunaan jenis benang dan warna yang diinginkan sesuai dengan warna bahan.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Benang jahit dan VII SMP/MTsSemester I2. Kain bermotif atau polos dan kain felt Kain bermotif atau polos digunakan sebagai pola aplikasi. Pemakaiannya disesuaikan dengan warna dasar kain. Kain felt memiliki tekstur yang lembut dan agak tebal. Warnanya pun sangat menarik untuk digunakan sebagai bahan aplikasi. Banyak orang memilih bahan felt untuk membuat produk aplikasi pada polosKain motifKain feltSumber Dokumen KemdikbudGambar Beberapa jenis bahan untuk jahit Proses Pembuatan Jahit AplikasiPada bagian ini dipelajari bagaimana membuat aplikasi jahit dengan bentuk bantal hias sederhana. Saat membuat aplikasi tentukan dahulu apakah hiasan permukaan yang digunakan adalah untuk memperindah sebuah bantal yang sudah ada atau memang sengaja dibuat sedemikian rupa untuk dihasilkan benda yang diinginkan. Dengan demikian, akan di ketahui dari mana kita harus memulai festonPrakaryaBuat desain terlebih dahuluMulailah tempelkan bagian dengan menggunakanBuat pola sesuai boneka beruang gambar dengan pensilGunting pola dan tempelkanseperti mata, dan hidung. warna di atas kain dasar. Jahitlahsatu persatu dengan pita untuk bagian Buatlah pita dengan bahan Hasil akhir dari jahit aplikasi leher dan tempelkan padadengan bentuk bantal dasar kain. Jahit sekelilingbermotif. Buat kerutansederhana. kain dasar putih dan tempelmelingkar dua susun. Padabagian tengah sematkanpada bantal biru feston.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Proses membuat jahit aplikasipada produk bantal Kemasan Produk Kerajinan TekstilKemasan merupakan sentuhan akhir dari sebuah proses. Pada karya modifikasi kerajinan dari bahan limbah organik, yang perlu diperhatikan adalah ukuran dari karya. Tidak semua karya kerajinan dapat dibuat kemasan, terkadang karena ukurannya sangat besar karya tidak bisa dibuat kemasan. Oleh sebab itu, kemasan dapat dilakukan pada karya-karya yang berukuran kecil hingga sedang, yangKelas VII SMP/MTsSemester I Semester ISumber Dokumen KemdikbudGambar Aneka kemasan untuk produkkerajinan Contoh Proyek Kerajinan TekstilContoh proyek merupakan bagian penting yang dapat membuat tugas individu. Contoh di bawah ini tidak harus menjadi proyek yang wajib untuk diikuti. Kamu dapat memilih jenis pembuatan kerajinan tekstil seperti yang telah dijelaskan sebelumya. Perhatikan potensi wilayah dalam menentukan karya yang akan dibuat. Pada kegiatan ini kita akan membuat kerajinan tekstil jahit aplikasi. Ingatlah uraian jahit aplikasi yang sudah dijelaskan pada bagian terdahulu. Perhatikan langkah-langkahnya berikut Tas Teknik Jahit dan Anyama. Perencanaan1 Menganalisis kebutuhan Ilustrasi Rena berencana menghadiahkan tas dalam bentuk jahit yangsetiap kainnya dianyam untuk adiknya yang tengah berulang tahun. Rena ingin memberikan hadiah yang dibuatnya sendiri. Ia ingin mencoba pemahamannya tentang teknik anyaman pada kain untuk diterapkan dalam pembuatan produk tas ini. Kemampuannya ini akan ditekuni sebagai pengisi waktu luang jika ia berhasil dalam membuat tas unik Rena ingin mencoba keterampilannya dalam menggunakan bahandan alat yang tersedia di sekolah, sekaligus untuk memperoleh nilai terbaik. Bahan yang digunakan Rena adalah kain katun yang mudah dibentuk atau Membuat sketsa karya dan menentukan karya terbaik dari berbagai karya terbaik.Sumber Dokumen KemdikbudGambar Merancang VII SMP/MTsSemester I Semester I1 Menyiapkan bahan dan alat Bahan yang diperlukan sebgai warna unguBenangLemKapur jahitSumber Dokumen Kemdikbud Gambar Bahan kerajinan yang dibutuhkan sebagai TembakGuntingMesin jahitJarum pentul, skociRaderSumber Dokumen KemdikbudGambar Alat pembuatan Membuat karya kerajinan tas Langkah-langkah dalam pembuatan tas sebagai dirader sesuai polaPotong kain dan jahitSetelah dibalik, susun kain dengan jarum pentulSusunlah anyaman denganSetelah lebar beri tepian arah pada kain dan panjang tasBeri tali dan pengunci tutup tas tutup dan beriSumber Dokumen Kemdikbudvelcro. Gambar Proses pembuatan VII SMP/MTsSemester IKemasan yang dapat digunakan untuk kerajinan tas seperti berikut Sumber Dokumen KemdikbudGambar Kemasan kerajinan EvaluasiRena melakukan evaluasi dengan menguji karya tasnya dengan dipakaikan sendiri. Rena merasakan kenyaman/ketidaknyamanan pada tas buatannya. Rena merefleksi diri dengan memperhatikan keselamatan kerja, keamanan dan kebersihan dalam Pembuatan KaryaTugas Individu1. Buatlah sebuah karya kerajinan tekstil. Bahan yang digunakanadalah bahan yang terdapat di daerah tempat Jenis kerajinan tekstil yang akan kamu buat dapat memilih dari karya yang ada pada buku siswa atau kamu telah mempelajari kerajinan tekstil yang lain saat melakukan observasi, lakukanlah hal yang sesuai dengan Gunakan informasi dari hasil observasi dan wawancara atau berdasarkan hasil bedah buku sumber/referensi yang telah kamu Perhatikan tahapan pembuatan produk kerajinan Mintalah penilaian teman dan gurumu sesuai fungsi Perbaikilah karyamu berdasarkan penilaian kawan Buatlah kemasan sebagai karya untuk dipamerkan atau Buatlah portofolio yang memuat seluruh tugas, penemuanmu, sketsa-sketsa karya, serta proses berkaryamu yang bisa dijadikan sebagai sebuah buku kerja yang menarik dan penuh estetika keindahan.Perhatikan Keselamatan KerjaPada proses pembuatan karya kerajinan tekstil kamu perlu memahami prosedur keselamatan kerja. beberapa tips di bawah ini perlu menjadi perhatian pada saat membuat karya kerajinan Gunakan celemek/baju kerja, masker, sarung tangan, yang disesuaikan dengan jenis produk yang Mintalah bimbingan dan pengawasan dari guru/orang dewasa dalam menggunakan benda-benda DIRIRenungkan dan tuliskan pada selembar kertas! Dalam mempelajari tentang kerajinan tekstil ungkapkan manfaat apa yang kamu rasakan, tentang 1. Keragaman produk kerajinan kerajinan tekstil Indonesia dandi daerahmu Pemanfaatan sumber/referensi bacaan tentang kerajinan kerajinan tekstil yang sudah dilakukan bersama Kesulitan yang dihadapi saat mencari informasi Pengalaman dalam membuat produk kerajinan mulai dari perencanaan, persiapan, pembuatan, hingga pameran/ pemasaran secara Pembelajaran yang didapatkan/dirasakan sebagai VII SMP/MTsSemester IRANGKUMAN
- Teknik penerapan ragam hias juga bisa diterapkan pada bahan buatan. Salah satu contohnya bahan tekstil. Penerapan ragam hias pada bahan tekstil juga mudah ditemukan. Salah satu contohnya pakaian bermotif batik. Beda bahan dasarnya, tentu teknik yang digunakan juga berbeda. Jika pada bahan kayu, penerapan ragam hias bisa dilakukan dengan mengukir, namun tidak dengan bahan apa saja teknik penerapan ragam hias pada bahan tekstil? Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, ada empat teknik penerapan ragam hias yang bisa diterapkan pada bahan tekstil, yaitu Teknik sulam Teknik ini diterapkan dengan menggunakan jarum serta benang. Untuk warna serta motifnya bisa flora, fauna, geometris atau figuratif. Umumnya teknik sulam ini langsung diaplikasikan pada kain yang digunakan. Sedangkan untuk tekniknya bergantung pada apa yang diinginkan. Teknik tenun KRISTIANTO PURNOMO Wanita Baduy luar menenun di Kampung Balingbing, Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa 1/3/2016. Kerajinan kain tenun menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Baduy selain ini diterapkan dengan cara menggabungkan benang dalam posisi melintang serta memanjang. Sebelum ditenun, tentunya benang ini sudah diberikan warna. Menenun bisa dilakukan dengan manual atau dengan menggunakan mesin. Untuk motif, tentunya juga akan berpengaruh pada cara menenunnya. Teknik bordir DOKUMENTASI KEDS Koleksi Betty dan Veronica dapat ditemukan di siluet terlaris Keds, di antaranya adalah Keds X Betty and Veronica Triple Decker Embroidered Profile. Pada versi ini dipamerkan ikon Betty and Veronica yang dibordir pada siluet Triple Decker.
Carilah Motif Ragam Hias Pada Produk Kerajinan Tekstil Wulan Tugas from Judul Memahami Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan Tekstil Sub Judul 1. Apa itu Motif Ragam Hias? 2. Jenis-Jenis Motif Ragam Hias 3. Motif Ragam Hias yang Berhubungan dengan Kehidupan Sehari-hari 4. Ragam Hias yang Berhubungan dengan Keindahan Alam 5. Cara Mengaplikasikan Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan Tekstil 1. Apa itu Motif Ragam Hias? Motif ragam hias adalah salah satu aspek dari seni rupa yang digunakan untuk menghiasi berbagai jenis produk kerajinan tekstil. Motif ragam hias biasanya dibuat dengan berbagai jenis garis, bentuk, warna dan struktur yang beragam. Motif ragam hias juga merupakan salah satu cara untuk membuat produk kerajinan tekstil lebih menarik dan berwarna. Pembuatan motif ragam hias bisa dilakukan dengan cara manual maupun dengan menggunakan alat teknologi canggih seperti mesin jahit. 2. Jenis-Jenis Motif Ragam Hias Motif ragam hias dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu motif yang didesain dengan menggunakan alat teknologi dan motif yang dibuat secara manual. Motif ragam hias yang dibuat dengan menggunakan alat teknologi biasanya lebih presisi dan beragam jika dibandingkan dengan motif yang dibuat secara manual. Motif yang dibuat secara manual juga cenderung lebih berwarna dan memiliki nilai artistik yang lebih tinggi. 3. Motif Ragam Hias yang Berhubungan dengan Kehidupan Sehari-hari Motif ragam hias yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari termasuk motif-motif yang menggambarkan alam, hewan, ikon-ikon budaya dan motif-motif khusus yang berkaitan dengan agama dan kepercayaan. Motif-motif tersebut biasanya diinterpretasikan secara simbolik dan sering digunakan untuk menghiasi produk kerajinan tekstil untuk banyak tujuan, mulai dari menghiasi rumah hingga menambah nilai tambah produk. 4. Ragam Hias yang Berhubungan dengan Keindahan Alam Motif ragam hias yang berhubungan dengan keindahan alam termasuk motif-motif yang menggambarkan pohon, bunga, dan lain-lain. Motif-motif tersebut biasanya ditujukan untuk menghiasi produk kerajinan tekstil yang bertujuan untuk melepaskan stres dan memperindah rumah. Motif ragam hias yang berhubungan dengan keindahan alam biasanya memiliki warna-warna yang lebih cerah dan kontras, sehingga dapat menghadirkan suasana yang lebih menyenangkan. 5. Cara Mengaplikasikan Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan Tekstil Cara untuk mengaplikasikan motif ragam hias pada produk kerajinan tekstil tergantung pada jenis produk yang akan dibuat. Jika Anda ingin membuat produk kerajinan tekstil dengan motif ragam hias yang lebih kompleks, Anda harus menggunakan mesin jahit khusus yang dapat menghasilkan berbagai jenis garis, bentuk, dan struktur yang beragam. Namun, jika Anda ingin membuat produk kerajinan tekstil dengan motif ragam hias yang lebih sederhana, Anda dapat melakukannya secara manual dengan menggunakan alat-alat seperti gunting, benang, dan jarum. Kesimpulan Motif ragam hias merupakan salah satu aspek utama dari seni rupa yang digunakan untuk menghiasi berbagai jenis produk kerajinan tekstil. Motif ragam hias dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu motif yang didesain dengan alat teknologi dan motif yang dibuat secara manual. Motif ragam hias yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, keindahan alam, dan ikon-ikon budaya sering digunakan untuk menghiasi produk kerajinan tekstil. Cara untuk mengaplikasikan motif ragam hias pada produk kerajinan tekstil tergantung pada jenis produk yang akan dibuat. Dengan memahami motif ragam hias, Anda dapat membuat produk kerajinan tekstil yang lebih bervariasi dan menarik.
Ragam hias adalah bentuk-bentuk dasar hiasan yang biasanya disusun secara berulang-ulang sesuai pola tertentu, diterapkan pada karya seni atau kerajinan dengan tujuan untuk memperindah atau menghias. Ragam hias Nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenun, tatah sungging, anyaman, tembikar, ukiran kayu, dan pahatan batu. Teknik penggubahan motif ragam hias adalah secara realis, stilasi, dan deformasi. Ragam hias tersebut muncul dengan bentuk-bentuk yang bervariasi. Ragam hias yang terdapat dalam karya kerajinan atau seni tradisional sering kali terdapat makna spiritual dan harapan tertentu. Ragam hias asli Nusantara biasanya berbentuk realis atau hasil stilasi/penggayaan dan deformasi flora, fauna, figuratif, benda. Ada pula ragam hias bermotif abstrak dan hasil adaptasi pengaruh budaya luar, misalnya dari Tiongkok, India, dan Persia. A. Ragam Hias pada Bahan Tekstil Ragam hias tidak hanya digunakan untuk memperindah karya-karya seni kerajinan tradisional, namun sampai saat ini sangat mudah ditemukan pada banyak karya seni ataupun benda lain. Salah satunya adalah tekstil. Tekstil dalam kehidupan sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun sebenarnya terdapat sedikit perbedaan antara kedua istilah tersebut, tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang, sedangkan kain merupakan hasil jadinya, yang sudah bisa digunakan. Tekstil merupakan material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang yang dapat dikerjakan dengan cara penyulaman, penjahitan, dan pengikatan. Tekstil juga dapat diartikan jalinan antara lungsi dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan benang. Proses pembuatan bahan tekstil dapat menggunakan alat tenun tradisional maupun modern. Perkembangan ragam hias pada tekstil sangat pesat karena mengikuti mode dan trend fashion yang sentiasa berkembang. Ragam hias pada tekstil banyak diterapkan pada pakaian-pakaian adat yang ada di Indonesia. Penerapan ragam hias flora, fauna, dan geometris pada bahan tekstil banyak dijumpai pada produk kerajinan tekstil di berbagai daerah. Bahan tekstil pada kehidupan masyarakat Indonesia tidak terlepas dari kebutuhan upacara adat terutama kain tradisional. Kain tradisional merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan upacara-upacara yang dilaksanakan di berbagai daerah Nusantara. Setiap adat memiliki kain tradisional sebagai bagian dari upacara. Pengertian ragam hias tekstil adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya disusun secara berulang-ulang sesuai pola tertentu, diterapkan pada kain yang tujuannya untuk memperindah atau menghias. B. Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan cara, yaitu 1. Membatik Pengertian secara umum batik tulis/klasik adalah sebuah teknik menahan warna dengan lilin malam secara berulang-ulang di atas kain, namun pada perkembangannya, batik dibuat menggunakan teknik celup, cap, sablon, dan printing 2. Menenun Teknik pembuatan kain dengan cara memasukkan secara berselang-seling kelompok benang yang membujur lungusi ke dalam kelompok benang yang melintang pakan 3. Menyulam Teknik pembuatan hiasan kain dengan media benang dan jarum jahit menggunakan keterampilan tangan secara manual 4. Membordir Teknik pembuatan hiasan kain dengan media benang dan jarum jahit menggunakan bantuan mesin 5. Melukis Teknik pembuatan hiasan pada kain menggunakan alat bahan kuas dan cat C. Jenis dan Sifat Bahan Tekstil Seperti halnya berbagai media apapun, setiap bahan tekstil memiliki sifat yang berbeda-beda. Jenis bahan tekstil dapat diketahui dari perbedaan jenis benang dan teksturnya. Terdapat beberapa jenis bahan pembuatan tekstil. Secara umum terdapat dua jenis benang atau serat, yaitu benang dari bahan alam dan buatan. Di bawah ini merupakan penjelasan berbagai jenis bahan tekstil beserta sifatnya. 1. Bahan Tekstil Alami Beberapa jenis bahan tekstil yang dihasilkan dari bahan alam sebagai bahan utama produk tekstil antara lain sebagai berikut; a. Kapuk Sifat bahan tekstil alami kapuk yaitu; bahan tekstil alami kapuk diperoleh dari tanaman pohon randu Ceiba Pentandra yang tumbuh di Jawa dan Sumatra Indonesia, Meksiko, Amerika Tengah, Karibia, Amerika Selatan bagian Utara dan Afrika Barat disebut katun sutra karena mengkilap seperti sutera tekstur halus lemah serat pendek tahan terhadap kelembaban, cepat kering bila basah digunakan untuk kasur, bantal, dan furnitur berlapis b. Katun/Kapas Sifat dari bahan tekstil alam katun/ kapas yaitu; serat alami yang paling banyak digunakan dalam pakaian, tumbuh di sekitar biji tanaman kapas. kekuatan cukup baik elastisitas sangat rendah kurang kuat dan rentan terhadap kerutan jika dipakai nyaman dan terasa lembut daya serap terhadap air baik mengalirkan panas dengan baik bisa rusak karena serangga, jamur, lumut dan ngengat kekuatan serat dapat melemah jika dijemur menggunakan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama umumnya digunakan sebagai bahan pakaian tenun dan rajutan digunakan untuk bahan tekstil rumahan, misalnya handuk mandi, jubah mandi, penutup tempat tidur dan sebagainya digunakan sebagai campuran dengan serat lain seperti poliester, spandeks dan sebagainya lentur, mudah kusut, serta dapat disetrika dengan temperatur panas yang tinggi. c. Sutra Sifat dari bahan tekstil alam sutra yaitu; terbuat dari serat kepompong ulat sutra tekstur halus dan lembut, berkilau, licin, serta lentur kuat, ringan, tetapi dapat kehilangan hingga 20% kekuatannya saat basah jika terkena terlalu banyak sinar matahari dapat melemah jika dibiarkan kotor, dapat dirusak oleh serangga diterapkan untuk pembuatan kemeja, piyama, jubah, dasi, blus, gaun formal, pakaian mode kelas atas, setelan pria dan baju musim panas, penutup dinding, pelapis jok, dan hiasan dinding banyak menyerap air dan nyaman saat digunakan. d. Wol Sifat dari bahan tekstil alam wol yaitu; serat wol berasal dari bulu domba, memiliki tekstur serat yang relatif kasar dan berkerut dengan sisik pada permukaannya higroskopis mudah menyerap kelembaban tahan terhadap listrik statis diterapkan untuk pembuatan jaket, jas, celana, baju hangat, topi, selimut, dan karpet tidak mudah kusut, dapat menahan panas, sangat lentur, apabila dipanaskan menjadi lebih lunak. e. Goni Sifat dari bahan tekstil alam goni yaitu; berasal dari tumbuhan rami jute atau rosela serat termurah tidak tahan lama karena cepat rusak bila terkena air dalam waktu lama kekuatan kurang tidak bisa diubah warnanya menjadi putih bersih diterapkan untuk pembuatan benang pengikat untuk karpet, kain kasar, karung dan sebagainya 2. Bahan Tekstil Buatan Selain bahan alam saat ini juga telah banyak diproduksi bahan tektil buatan. Beberapa janis bahan tekstil buatan antara lain sebagai berikut; a. Nilon Sifat bahan tekstil buatan nilon yaitu; elastisitas tinggi sangat kuat dan tahan lama termoplastik bisa menjadi sangat mengkilat atau kusam tahan terhadap serangga, jamur, lumut dan kebusukan diterapkan untuk pembuatan stocking, parasut, dan kantong udara b. Dakron Sifat dari bahan tekstil buatan dakron yaitu; nama asli yaitu polietilena tereftalat mudah dicuci, cepat kering, tidak mudah kisut, dan mempunyai daya serap tinggi agak keras, akan tetapi bisa digunakan untuk pengisian bantal, guling maupun boneka agar terlihat lebih terisi, terlihat rapi, memiliki bobot ringan dan mengembang dengan baik c. Poliester Sifat dari bahan tekstil buatan poliester yaitu; termoplastik, bisa dibentuk ulang dengan proses pemanasan kekuatan baik hidrofobik tidak menyerap diterapkan untuk pembuatan pakaian tenun dan rajutan, kemeja, celana, jaket, topi, seprai, selimut, dan bahan bantal D. Jenis dan Bahan Pewarna Tekstil Salah satu unsur yang membuat suatu bahan tekstil menjadi indah adalah warna. Terdapat beberapa jenis pewarna tekstil. Sama dengan jenis bahan pembuatan serat/benang tekstil, secara umum terdapat dua jenis pewarna, yaitu alami dan buatan sintetis. Pewarna alam dihasilkan dari ekstrak akar-akaran, buah, daun,kulit kayu maupun batang kayu. Sedangkan pewarna buatan sintetis dibuat dari bahan kimia/ buatan. Di bawah ini merupakan penjelasan kedua bahan pewarna tersebut 1. Pewarna Tekstil Alami Pewarna tekstil alami memiliki sifat mudah luntur dan mudah pudar karena tidak tahan terhadap sinar matahari. a. Kunyit Curcuma domestica Kunyit merupakan pewarna tekstil alami yang dibuat dengan cara merebuat parutan kunyit. Warna yang dihasilkan dari bahan ini adalah warna kuning hingga jingga. b. Kayu tingi saga Kayu tingi merupakan bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami yang dibuat dengan mengolah kulit kayu dan getahnya. Warna yang dihasilkan dari bahan kayu tingi/ saga yaitu merah dan hitam. c. Kesumba Kesumba merupakan bahan dasar pewarna tekstil alami berbentuk biji-bijian. Warna yang dihasilkan dari biji kesumba yaitu warna merah atau kuning. d. Tarum atau tom Indigofera Tinctoria Tarum atau tom merupakan sejenis tanaman yang dapat diolah sebagai bahan dasar pembuatan pewarna alami. Warna yang dihasilkan dari rendaman daun tarum adalah warna biru. e. Pinang Areca Cathecu Biji buah pinang dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami. Warna alami yang dihasilkan dari tumbukkan halus biji buah pinang tua adalah warna merah. f. Suji Dracaena angustifolia Tumbuhan suji juga dapat dibuat menjadi pewarna tekstil alami. Warna alami yang dihasilkan dari air hasil tumbukan halus tumbuhan ini yaitu warna hijau. g. Kulit manggis Garcinia mangostana Kulit buah manggis merupakan bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami. Warna yang dihasilkan dari kulit manggis yaitu biru, ungu dan merah. Warna tersebut diperoleh dengan cara menumbuk halus kulit manggis kemudian bubuk kulit manggis direndam menggunakan etanol dan dikeringkan. h. Akar mengkudu Morinda citrifolia Akar tanaman mengkudu merupakan salah satu bahan dasar pembuatan pewarna tekstil alami. Warna yang dihasilkan dari akar mengkudu ini yaitu warna merah kecoklatan. i. Getah gambir Gambir yaitu sejenis getah yang telah dikeringkan dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan. Warna merah tua hingga kecoklatan yang dihasilkan dari tumbuhan ini. j. Jati Tectona grandis Pucuk daun jadi juga dapat dijadikan sebagai bahan dasar pewarna alami. Warna yang dihasilkan dari daun jati yaitu warna merah kecoklatan. k. Angsana Kayu dan daun tanaman angsana dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pewarna alami. Warna yang dihasilkan oleh kayu angsana yaitu warna merah sedangkan daunnya berwarna coklat kekuningan. 2. Pewarna Tekstil Buatan/ Sintetis Pewarna tekstil buatan memiliki sifat tidak mudah luntur dan tahan terhadap sinar matahari. Jenis pewarna naphtol digunakan dengan teknik celup, sedangkan pewarna indigosol dapat digunakan dengan teknik celup atau colet lukis. a. Naphtol Zat warna naptol terdiri dari 2 komponen, yaitu naphtol sebagai komponen dasar dan garam diazonium atau garam naphtol sebagai komponen pembangkit warna. b. Zat Warna Indigosol Zat warna indigosol atau bejana larut adalah zat warna yang ketahanan lunturnya baik, berwarna merata dan cerah. Zat warna ini dapat dipakai dengan cara pecelupan dan coletan. Warna dapat timbul setelah dibangkitkan dengan Natrium Nitrit dan Asam/Asam sulfat atau Asam florida. c. Zat Warna Rapid Zat warna rapid biasanya digunakan untuk coletan jenis rapid fast. Zat warna rapid merupakan campuran dari komponen naphtol dan garam diazonium yang distabilkan, yang paling banyak dipakai biasanya rapid merah, karena berwarna lebih cerah dan tidak ditemui di kelompok indigosol. d. Zat Warna Pigmen Pemakaian pada bahan tekstil membutuhkan zat pengikat yang membantu pengikatan zat warna tersebut dengan serat. Zat warna pigmen umumnya digunakan untuk cetak saring dan kurang cocok digunakan pada teknik celup. e. Cat Tekstil Cat Tekstil berbahan dasar air. Cat jenis ini khusus digunakan untuk melukis di atas kain. Cat ini cocok untuk kegiatan melukis sepatu kanvas, tas kain atau t-shirt. Setelah cat mengering kain yang dilukis harus disetrika, namun besi setrikaan jangan langsung mengenai lukisannya. f. Cat Akrilik Merupakan salah satu jenis cat yang cukup awam dipakai untuk melukis. Cat ini adalah janis cat yang terbuat dari plastik dengan dasar polietilen dan mengeras saat kering. Cat akrilik dapat dicampur dengan air, tetapi menjadi tahan air apabila kering. Lukisan berbahan cat akrilik mampu menyerupai lukisan cat air atau lukisan cat minyak. E. Apa Fungsi Ragam Hias pada Bahan Tekstil? Ragam hias merupakan corak hias pada permukaan benda hasil kerajinan. Ragam hias dapat berupa bentuk alami maupun gubahan/ stilasi dari bentuk hewan, tumbuhan, manusia, bentuk geometris, abstrak, dll. Adapun fungsi ragam hias pada bahan tekstil, yaitu Dapat menambah nilai-nilai estetika atau nilai-nilai keindahan pada sebuah karya kerajinan dari bahan tekstil. Nilai-nilai estetika dapat dihasilkan jika ragam hias yang dibuat pada bahan tekstil tersebut dapat menambah keindahan sehingga dapat dinikmati oleh orang banyak. Dapat menambah nilai ekonomis/nilai jual produk. Jika ragam hias tersebut menghasilkan nilai estetika, tentu produk tersebut akan banyak diminati pembeli dan dapat menghasilkan keuntungan. Menambah daya tarik pembeli. Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, barang-barang yang indah akan banyak diminati oleh pembeli. Menambah nilai seni pada produk. Artinya barang yang mendapat sentuhan hiasan/ dihias akan terlihat fungsinya sebagai barang karya seni. Mewariskan kebudayaan dari proses pembuatannya. Artinya apabila orang yang telah ahli dalam pembuatan ragam hias pada bahan tekstil, ada baiknya dapat menurunkan ilmu/ keahliannya pada teman-teman, anak, saudara, dll. F. Prosedur Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dilakukan dengan teknik yang berbeda-beda, misalnya batik, sulam, bordir, songket, sablon, tenun ikat, dan lukis. Salah satu penerapan ragam hias adalah teknik lukis yang diterapkan pada tas kain. Tas kain atau totebag terbuat dari bahan kain yang menyerap cat. Menggunakan pewarna misalnya cat tekstil atau cat sablon dengan alat kuas. Berikut ini contoh penerapan ragam hias pada tas kain atau totebag, dengan teknik lukis. Perhatikan gambar dan langkah-langkahnya berikut ini; 1. Siapkan gambar rancangan ragam hias di atas kertas. 2. Siapkan tas kain atau totebag yang akan dihias dan berilah alas dari bahan karton atau tripleks di dalamnya agar pengecatan tidak akan tembus ke belakang 3. Pindah gambar rancangan ragam hias ke permukaan tas kain dengan pensil 4. Selanjutnya memberikan warna-warna yang menarik pada gambar rancangan dipermukaan kaos dengan menggunakan alat kuas 5. Setelah selesai pewarnaan, lanjutkan dengan finishing, lalu keringkan hasil gambar ragam hias dengan hair dryer atau dijemur Lebih jelasnya silahkan simak video penerapan ragam hias pada bahan tekstil berikut ini. Demikian ulasan tentang "Penerapan Ragam Hias Pada Bahan Tekstil" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel materi pelajaran Seni Budaya menarik lainnya hanya di situs
Carilah Motif Ragam Hias Pada Produk Kerajinan Tekstil Wulan Tugas from Apa Itu Ragam Hias? Ragam hias adalah sebuah bentuk seni yang berhubungan dengan bentuk dan pola desain. Ragam hias biasanya merupakan elemen yang penting dalam seni rupa tekstil. Orang-orang sering menggunakan ragam hias untuk mempercantik produk kerajinan tekstil. Ragam hias dapat berupa garis, pola, kontras warna, dan berbagai bentuk lainnya yang membuat produk menjadi lebih menarik. Ragam hias membantu meningkatkan nilai estetika dan menarik perhatian konsumen. Dengan menggunakan ragam hias, produk kerajinan tekstil akan terlihat lebih menarik dan indah. Berbagai Ragam Hias yang Dapat Digunakan Ada berbagai ragam hias yang dapat digunakan untuk produk kerajinan tekstil. Beberapa ragam hias yang populer di antaranya adalah pola batik, pola sablon, pola berulir, dan pola resin. Pola batik biasanya dibuat dengan menggunakan teknik canting dan kain sutera. Pola sablon menggunakan proses sablon untuk mengubah warna kain. Pola berulir adalah pola bunga yang dibuat dengan menggunakan benang. Sedangkan pola resin adalah pola yang dibuat dengan menggunakan resin. Selain itu, ada juga ragam hias berupa bentuk geometris, ragam hias batangan, ragam hias kaligrafi, dan ragam hias tradisional lainnya. Bagaimana Cara Memilih Ragam Hias Terbaik Memilih ragam hias yang tepat sangat penting untuk menciptakan produk yang indah. Pertama-tama, Anda harus menentukan konsep yang ingin Anda terapkan. Apakah Anda ingin menciptakan produk yang modern atau lebih tradisional? Setelah itu, Anda bisa memilih ragam hias yang paling sesuai dengan konsep yang Anda inginkan. Anda juga harus mempertimbangkan warna yang akan dipilih. Warna yang dipilih harus sesuai dengan konsep dan bisa meningkatkan nilai estetika produk. Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan material yang akan digunakan. Material yang dipilih harus sesuai dengan ragam hias yang dipilih. Material yang baik akan membuat produk lebih tahan lama. Cara Menghasilkan Ragam Hias yang Menarik Untuk menghasilkan ragam hias yang menarik, Anda harus memiliki kreativitas dan kemampuan untuk menggabungkan berbagai bentuk dan warna. Anda bisa menggabungkan berbagai bentuk untuk membuat pola yang unik dan menarik. Anda juga harus menggunakan berbagai warna untuk menciptakan kontras yang menarik. Anda bisa mencoba berbagai macam pola dan warna untuk membuat produk yang indah. Anda juga harus melakukan riset untuk mengetahui ragam hias yang populer dan trendi saat ini. Dengan melakukan riset, Anda bisa menciptakan ragam hias yang menarik dan sesuai dengan trend saat ini. Keterampilan yang Diperlukan Untuk menghasilkan ragam hias yang menarik, Anda harus memiliki keterampilan khusus. Anda harus memiliki kemampuan membuat pola, menggambar, dan menggunakan warna. Anda juga harus tahu bagaimana cara menggabungkan berbagai ragam hias untuk menciptakan produk yang indah. Kemampuan menggunakan berbagai material juga sangat penting untuk membuat produk yang tahan lama. Dengan keterampilan yang tepat, Anda bisa membuat produk kerajinan tekstil dengan ragam hias yang menarik. Keuntungan Menggunakan Ragam Hias Menggunakan ragam hias memiliki banyak keuntungan. Ragam hias dapat membuat produk lebih menarik dan estetis. Dengan menggunakan ragam hias, produk kerajinan tekstil akan terlihat lebih indah dan menarik. Ragam hias juga dapat meningkatkan nilai estetika produk dan menarik perhatian konsumen. Selain itu, menggunakan ragam hias dapat membuat produk lebih bernilai dan bisa meningkatkan penjualan produk. Kesimpulan Ragam hias merupakan elemen yang penting dalam seni rupa tekstil. Ragam hias dapat berupa garis, pola, kontras warna, dan berbagai bentuk lainnya yang membuat produk menjadi lebih menarik. Memilih ragam hias yang tepat sangat penting untuk menciptakan produk yang indah. Untuk menghasilkan ragam hias yang menarik, Anda harus memiliki kreativitas dan kemampuan untuk menggabungkan berbagai bentuk dan warna. Menggunakan ragam hias memiliki banyak keuntungan, seperti meningkatkan nilai estetika produk dan menarik perhatian konsumen. Dengan begitu, produk kerajinan tekstil akan terlihat lebih menarik dan indah. Navigasi pos 64 Contoh Undangan Wisuda Santri Gratis Terbaik Contoh Undangan from Di tahun 2023, wisuda tahfidz menjadi perayaan yang sangat… Kumpulan Contoh Soal Gejala Pemanasan Global Fisika Kelas 11 from Pengertian Pemanasan Global Fisika Kelas 11 Pemanasan global adalah…
carilah motif ragam hias pada produk kerajinan tekstil